Samarinda, Busam.ID- Big match kompetisi Super League musim 2025/2026 antara pemuncak klasemen Persib Bandung kontra Borneo FC yang berada di posisi kedua dipastikan mengalami perubahan jadwal. Laga yang semula direncanakan berlangsung pada 16 Februari kini dijadwalkan ulang pada 15 Maret 2026, hanya beberapa hari menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Menanggapi perubahan tersebut, Manajer Borneo FC Dandri Dauri menegaskan pihaknya menyikapi situasi itu secara bijak, sembari berharap adanya kebijaksanaan dari operator kompetisi.
“Yang jelas kami melihat secara bijak karena pertandingan kurang lebih tiga hari menjelang Lebaran. Kami bukan sekadar melakukan komunikasi biasa, tetapi berharap ada kebijaksanaan juga dari PT ILeague selaku operator,” ucap Dandri, Rabu (12/2/2026).
Dandri menyebutkan, hingga saat ini manajemen Borneo FC masih menunggu kepastian lanjutan dari PT ILeague maupun PSSI terkait kemungkinan perubahan jadwal kembali. Selama belum ada surat resmi terbaru, tim tetap menyiapkan diri menghadapi segala kemungkinan.
“Kalau memang masih bisa berubah tentu harus ada surat pemberitahuan terbaru. Tapi selama surat itu belum ada, mau tidak mau kami harus siap dengan skenario apa pun,” tegasnya.
Meski jadwal big match menjadi sorotan, Dandri menegaskan fokus utama tim saat ini adalah pertandingan terdekat menghadapi Dewa United.
“Saya tidak mau fokus di situ dulu. Kita fokus lawan Dewa dulu,” ujarnya.
Selain persoalan jadwal, Dandri juga memaparkan kesiapan tim menghadapi rangkaian pertandingan di bulan Ramadan. Manajemen dan tim pelatih telah mengantisipasi berbagai penyesuaian, mulai dari waktu latihan hingga jam kick-off pertandingan.
Menurutnya, pemain asing yang telah lama berkarier di Indonesia tidak mengalami kendala berarti karena sudah terbiasa dengan atmosfer kompetisi selama bulan puasa.
“Pemain asing yang sudah pernah berada di Indonesia atau di Samarinda sudah paham pola latihan dan jam pertandingan di bulan Ramadan. Jadi tidak ada masalah,” katanya.
Sementara bagi pemain baru, manajemen telah memberikan pemahaman sejak awal mengenai potensi pertandingan malam hari selama Ramadan.
“Besar kemungkinan kick-off juga berlangsung di bulan puasa, misalnya kalau kita main di Samarinda jam 21.30 malam. Jadi tentu berbeda dengan hari biasa,” paparnya.
Terkait program latihan, pelatih kepala Fabio Lefundes telah menyiapkan pola khusus. Latihan rutin digelar sore hari menjelang berbuka puasa dengan durasi yang disesuaikan.
“Coach Fabio membiasakan latihan di bulan Ramadan jam setengah lima sampai jam setengah enam sore, jadi tidak ada masalah bagi pemain untuk menjalani program tersebut,” sebutnya.
Apa pun skenario yang dihadapi, baik terkait jadwal pertandingan maupun situasi Ramadan, Dandri menegaskan Borneo FC tetap siap bertarung maksimal.
“Saya percaya satu hal, ini bagian dari perjuangan laga kita. Apa pun situasinya, kita harus siap,” tutupnya.(Adit)
Editor: M Khaidir


