Viral Dugaan Siswi dan Guru SMK di Samarinda Menikah dan KDRT

Busam ID
Ilustrasi. Foto by Dimas

Samarinda, Busam.ID – Jagat media sosial Samarinda dihebohkan oleh unggahan yang mengungkap dugaan hubungan antara seorang oknum guru SMK dengan siswinya sendiri. Dalam narasi yang beredar, guru tersebut disebut memacari korban sejak masih di bawah umur, menghamilinya, hingga akhirnya menikahinya.

Oknum tersebut juga dalam unggahannya dituding sebagai pelaku pedofilia dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Perempuan yang mengaku sebagai korban dan pernah menjadi istri terduga pelaku akhirnya angkat bicara, Jumat (13/2/2026). Ia membeberkan kisah yang menurutnya bermula ketika masih berstatus siswi.

“Saya masuk sekolah tahun 2016. Tahun 2017 beliau membuat komunitas berinisial TN. Katanya untuk mengembangkan kreativitas supaya punya kegiatan di luar sekolah. Waktu itu didukung sekolah karena dianggap terobosan baru,” ujarnya.

Namun, menurut pengakuannya, komunitas tersebut diduga menjadi pintu masuk pendekatan personal. Pelaku disebut menggali kondisi keluarga dan kehidupan pribadi siswa, lalu mendekati mereka yang dinilai rentan secara emosional.

“Ditanya kondisi orang tua, punya pacar atau tidak. Dia lihat siapa yang sering sedih, siapa yang mau curhat. Dari situ dia ayomi dan dekati,” katanya.

Korban mengaku saat itu baru berusia 15 tahun. Ia dijanjikan akan dinikahkan dengan anak pertama terduga pelaku, bahkan disebut atas sepengetahuan istri pelaku kala itu.

“Saya diiming-imingi akan jadi menantu. Tapi itu manipulasi. Tidak pernah ada lamaran dengan anaknya. Justru saya yang akhirnya terlibat dengan dia,” ungkapnya.

Seiring waktu, ia disebut diyakinkan sang guru telah berpisah dari istrinya dan tengah mencari “istri terakhir”. Dalam usia belia, korban mengaku merasa diperhatikan dan menganggapnya sebagai bentuk kasih sayang.

“Dia (terduga pelaku) sudah pisah dengan istrinya karena istrinya gila dan semua angkatan tahu bahwa istri pertamanya gila. Saya belum pernah pacaran. Mungkin karena kurang figur ayah, saya merasa diperhatikan,” tuturnya.

Hubungan tersebut berlangsung sekitar 3 tahun sebelum keduanya menikah secara siri pada 2020 tanpa kehadiran keluarga korban. Tahun 2021, pernikahan itu disahkan secara negara. Total 8 tahun relasi itu berjalan hingga akhirnya korban resmi bercerai pada 2025.

Perceraian tersebut, menurutnya, dipicu 3 kali insiden KDRT. Salah satu video yang kini viral disebut sebagai rekaman salah satu peristiwa tersebut.
“Video yang viral itu benar salah satu kejadian. Masih ada rekaman lainnya,” katanya.

Korban kini menyadari relasi tersebut tidak setara sejak awal. Ia menyebut ada proses pendekatan emosional yang membuatnya bergantung dan sulit melepaskan diri.
“Saya mungkin salah satu yang bisa keluar. Harapan saya jangan ada korban lagi. Ini sangat sulit dan meninggalkan trauma,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMK tempat oknum guru tersebut mengajar, saat ditemui awak media menyatakan pihak sekolah masih melakukan penelusuran internal.

“Terkait berita viral ini, kami belum bisa mengatakan benar atau tidak karena masih dalam tahap mencari informasi. Fakta yang bisa dipertanggungjawabkan belum kami terima,” ujarnya.
Ia menyebut pihak sekolah telah melakukan pertemuan internal dan melaporkan hasilnya ke Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti.

“Sudah kami laporkan ke Dinas Pendidikan dan saat ini masih dalam proses,” katanya.
Terkait tudingan adanya larangan siswa untuk berbicara kepada media, pihak sekolah membantah.
“Tidak benar. Kami hanya meredam situasi karena informasi ini juga kami ketahui dari luar,” jelasnya.. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *