90 Persen Pelaku Pencurian di Samarinda karena Faktor Ekonomi

Busam ID
Konferensi pers terkait pengungkapanan kasus pencurian sepanjang Mei 2026 di lobi Mako Polresta Samarinda, Selasa (9/6/2026). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Tingginya angka kejahatan jalanan di Kota Samarinda sepanjang Mei 2026 didominasi faktor ekonomi. Bahkan, di tengah anggapan pencurian lebih sering terjadi saat malam hari, data Polresta Samarinda justru menunjukkan para pelaku lebih banyak beraksi pada siang hingga sore hari.

Hal itu diungkapkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar dalam konferensi pers, Selasa (9/6/2026). Dari 37 kasus kejahatan jalanan yang berhasil diungkap, sebanyak 35 kasus atau hampir 90 persen dilakukan dengan motif ekonomi.

“Sebagian besar pelaku melakukan pencurian untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ada juga yang bermotif sakit hati dan ingin memiliki barang milik orang lain,” ungkap Hendri.

Selama Mei lalu, Polresta Samarinda bersama seluruh polsek jajaran mengungkap 6 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 3 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), 12 kasus pencurian biasa, serta 16 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan total 53 tersangka.

Mayoritas pelaku diketahui bergerak secara sendiri-sendiri atau dalam kelompok kecil. Polisi juga belum menemukan adanya keterkaitan dengan jaringan pencurian yang terorganisir. Menariknya, sebagian besar tersangka masih berada di usia produktif, berkisar antara 20 hingga 40 tahun.

Tak hanya mengungkap motif para pelaku, Polresta Samarinda juga menemukan fakta lain yang cukup mengejutkan. Waktu paling rawan terjadinya pencurian ternyata bukan tengah malam, melainkan rentang pukul 12.00 hingga 18.00 Wita.

Dalam periode tersebut, tercatat 13 kasus pencurian terjadi. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan kejadian pada pukul 00.00 hingga 06.00 Wita yang mencapai 11 kasus, maupun pukul 18.00 hingga 24.00 Wita dengan 9 kejadian.

“Kejahatan tidak hanya terjadi malam hari. Justru yang paling tinggi selama Mei kemarin terjadi siang sampai sore hari,” kata Hendri.
Menurutnya, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan menurunnya kewaspadaan masyarakat saat beraktivitas. Rasa lelah sepulang kerja atau saat anak-anak pulang sekolah kerap dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.

“Persoalan ekonomi tidak bisa dijadikan alasan untuk melakukan tindak pidana. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban kejahatan,” tegasnya. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *