Balikpapan,Busam.ID – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Sabaruddin Panrecalle mendorong Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan lebih serius dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu disampaikan Sabaruddin untuk menanggapi usulan penurunan target PAD 2023 yang diajukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang menilai target Rp 1,084 triliun terlalu tinggi.
“Waktu rapat pembahasan anggaran itu, mereka sudah mengutarakan itu. Mereka merasa keberatan,” ujarnya, Jumat (11/8/2023)
Dari laporan yang disampaikan BPPDRD Balikpapan, hingga semester I 2023, realisasi penyerapan PAD sudah mencapai sekitar 43 persen. Ia menjelaskan, target PAD Kota Balikpapan selalu meningkat setiap tahun.
Ia mencontohkan, sejak lima tahun lalu, target PAD Kota Balikpapan meningkat. Dari awalnya hanya sekitar Rp400 miliar, naik menjadi sekitar Rp600 miliar, hingga kini menembus Rp1 triliun.
“PAD itu kurang lebih sekitar Rp400 miliar. Itu jamannya kami bersama ABS (Andi Burhanuddin Solong, Red). Kemudian lompat menjadi Rp650 miliar dan itu tercapai. Nah, sekarang saya yakin, jangankan Rp1,3 triliun, lebih dari itu ada capaiannya, kalau mereka serius menggali potensi PAD,” urainya.
Menurutnya, upaya memaksimalkan pemasukan kas daerah masih terbatas pada sistem kontrol atau pengawasan objek pajak.
Misalnya, hasil temuan Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Balikpapan. Masih menemukan dugaan kebocoran pajak Tempat Hiburan Malam (THM).
“Kalau mau seriusi pengawasan itu semua, memang tersentralisasi di Dispenda (BPPDRD).
Pajak hiburan, pajak hotel, restoran. Itu banyak yang bisa digali. Kemudian pajak reklame yang belum maksimal,” terangnya.
Ia mendorong agar BPPDRD punya gagasan dan inovasi supaya bisa meningkatkan pendapatan dari objek pajak.
“Saya yakin dengan angka Rp1,3 miliar sebenarnya bisa tercapai. Karena saat ini bisa dikalkulasi, di survey di lapangan. Bisa tercapai, bisa lebih,” katanya.
Ia menilai ada kekhawatiran dari BPPDRD Kota Balikpapan, bahwa target itu tidak tercapai.
Untuk mendorong hal itu, Sabaruddin mengusulkan agar Pemkot Balikpapan memberikan penghargaan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah bekerja maksimal. Contohnya apresiasi untuk BPPDRD, demi memicu kinerjanya.
“Saya pikir ketika OPD bisa memenuhi target (bekerja maksimal) enggak mungkin tidak diberikan apresiasi. Makanya (diimbau) kinerja harus digenjot, khususnya OPD yang berpotensi meningkatkan PAD. Contohnya pariwisata (Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata) bisa digali,” imbuhnya. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir


