Petugas Kebersihan Ditemukan Meninggal di Rumah Dinasnya

Busam ID
Jasad Esther (65) saat dievakuasi ke ambulance untuk dibawa ke kamar jenazah RSUD AWS Samarinda, usai ditemukan meninggal dunia. Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Suasana SD Negeri 008 Samarinda Seberang, Jalan Bung Tomo, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, mendadak gempar setelah seorang perempuan lanjut usia yang bekerja sebagai petugas kebersihan sekolah tersebut ditemukan meninggal dunia di rumah dinasnya, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 12.00 Wita.

Korban diketahui bernama Esther (65), yang selama ini tinggal seorang diri di rumah dinas dalam lingkungan sekolah tempatnya bekerja. Esther dikenal sebagai sosok pendiam dan tekun menjalankan tugas kebersihan sehari-hari di sekolah tersebut.

Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan rekan-rekan kerjanya yang sudah beberapa hari tidak melihat korban beraktivitas seperti biasa. Salah satu saksi, Mastang (56), guru di SDN 008 Samarinda Seberang, mengungkapkan terakhir kali ia berinteraksi dengan korban terjadi Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 09.30 Wita.

“Saat itu saya mendatangi rumah korban. Di ruang tamu saya melihat korban menangis. Ketika saya tanya kenapa, korban hanya menjawab kalau perutnya sakit,” ujar Mastang.

Keesokan harinya, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 10.00 Wita, Mastang kembali memperhatikan kondisi rumah korban. Ia melihat pintu rumah korban dalam keadaan terbuka sedikit. Merasa janggal, saksi kemudian merapatkan pintu tersebut dan kembali melanjutkan aktivitasnya.

Hingga Senin siang, korban tak kunjung terlihat. Mastang yang saat itu berada di ruang piket sekolah kemudian mengajak beberapa guru untuk mengecek kondisi korban. 2 guru lainnya, Susi dan Hasna, lantas mendatangi rumah korban dan masuk ke dalam.

Namun, saat berada di dalam rumah, keduanya mencium bau tidak sedap yang menyengat. Mereka kemudian menelusuri sumber bau hingga ke area dapur dan membuka pintu menuju kamar mandi. Di lokasi itulah korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, dengan posisi terduduk di kamar mandi.

Kedua guru tersebut sontak berteriak meminta pertolongan dan memanggil Mastang. Penemuan itu segera dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Baqa, yang langsung meneruskan informasi ke pihak kepolisian.

Petugas dari Polsek Samarinda Seberang bersama Tim Inafis Polresta Samarinda segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Yudiansyah, menjelaskan berdasarkan pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 3 hari sebelum ditemukan.

“Kondisi jasad korban sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan, yang mengindikasikan korban meninggal beberapa hari sebelumnya. Dari pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau indikasi tindak pidana,” jelasnya.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Untuk kepentingan medis dan penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban dievakuasi oleh Tim Inafis Polresta Samarinda bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda guna menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Jenazah dievakuasi ke rumah sakit karena kondisinya sudah tidak memungkinkan ditangani di lokasi, serta pihak keluarga belum berada di tempat,” pungkas Yudiansyah. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *