Terkait Pergantian Dirut Bankaltimtara, Ini Penjelasan Rudy

Busam ID
Rudy Mas’ud. (Foto by Adit/Busam.ID)

Samarinda, Busam.ID – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menjelaskan terkait percepatan pergantian direksi Bankaltimtara yang belakangan menjadi sorotan.

Ia menegaskan, proses pergantian direksi Bankaltimtara dilakukan secara transparan, profesional, dan tanpa campur tangan pemerintah daerah. Dan terkait percepatan pergantian tersebut, ia menjelaskan juga karena ada korupsi kredit fiktif Bankaltimtara, yang mana terdapat empat mantan pejabat strategis, ditetapkan sebagai tersangka, yang telah dilimpahkan ke Kejati Kalimantan Utara. Serta berkurangnya dividen dari Bankaltimtara.

“Pertama, di Kalimantan Utara terjadi tindak pidana korupsi. Itu yang harus anda bunyikan juga. Orangnya ditahan. Tahu berapa ratus miliar uang Bankaltimtara, uang rakyat Kalimantan Timur, yang hilang? Ratusan miliar. Masa mau dibiarkan?,” ungkapnya.

Selanjutnya, dirinya juga menyinggung soal kinerja kerja pada tahun 2024-2025. Dimana ia menyebut terjadi penurunan setoran dividen Bankaltimtara ke Pemprov Kaltim sekitar 32 persen.

Pada tahun 2024, target dividen yang ditargetkan dalam APBD sebesar Rp338 miliar, namun realisasi yang diterima hanya sekitar Rp191 miliar.

“Kita sudah memasukkan dalam APBD Kalimantan Timur target deviden dari Bankaltimtara sebesar Rp338 miliar. Tetapi yang bisa didapat hanya Rp191 miliar. Bagaimana mau kita pertahankan?,”paparnya.

Ia menjelaskan, seluruh tahapan seleksi dijalankan oleh panitia seleksi (pansel) independen yang bekerja secara terbuka. Mekanisme ini memberikan ruang yang sama bagi seluruh kandidat yang memenuhi syarat untuk ikut berkompetisi.

“Kenapa Bankaltimtara? apa yang disorot?Semua orang boleh mendaftar. Yang penting profesional, akuntabel, dan memiliki kompetensi,” tegasnya.

Menurutnya, sejak awal kepala daerah tidak terlibat dalam menentukan nama-nama calon direksi. Proses sepenuhnya diserahkan kepada pansel, yang kemudian hasilnya akan diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

“Yang menentukan layak atau tidak itu pansel dan OJK. Setelah itu baru diserahkan ke kami untuk dipilih berdasarkan nilai,” jelasnya.

Harum -sapaan akrabnya- menambahkan, sistem ini dirancang untuk menjaga integritas dan profesionalitas pengelolaan bank daerah, sekaligus memastikan tidak ada kepentingan tertentu yang memengaruhi proses seleksi.

Dengan mekanisme tersebut, ia berharap Bankaltimtara dapat dipimpin oleh figur-figur yang benar-benar kompeten dan mampu mendorong kinerja perusahaan secara optimal. (adit)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *