Samarinda, Busam.ID – Pasar Pagi yang baru selesai direvitalisasi dengan anggaran besar dan diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyrakat justru sepi pembeli di dalam kios. Sejumlah pedagang ramai memilih berjualan di luar los untuk menarik perhatian pengunjung.
Kondisi tersebut terungkap saat Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda bersama Satpol PP melakukan penertiban terhadap pedagang yang berjualan di lorong dan area luar kios, Selasa (31/3/2026).
Pedagang tas dan dompet, Iyan Saputra, mengatakan dirinya terpaksa berjualan di luar karena tidak mendapatkan pemasukan saat berada di dalam kios.
“Terpaksa jualan di luar karena di dalam tidak laku. Kita jualan di dalam tidak dapat duit sementara harus bayar retribusi. Jadi aku ini minta keadilan dan kebijaksanaan. Kalau memang ditertibkan, dirapikan semuanya yang dibawah juga,” ujarnya.
Ia juga menyebut ini sebagai bentuk protes karena pembagian SKTUB yang belum sepenuhnya diterima. Dari 8 yang seharusnya didapat, baru 5 yang diterima. “Perjanjian itu setiap ada SKTUB wajib dapat, tapi kami belum dapat semua. Jadi sementara jualan dulu di bawah ini,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan pedagang konter handphone, Jamani. Ia menyebut ada pedagang yang tidak mendapatkan pembeli hingga berbulan-bulan saat berjualan di dalam kios.
“Sebenarnya yang memancing keluar ini yang di bawah. Jadi kami di atas keluarlah juga ada yang sebulan sampai dua bulan enggak dapat pelaris. Kalau di dalam enggak terlihat, tapi kalau keluar biasanya ada saja pembeli,” ucapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, menegaskan pedagang tidak diperbolehkan berjualan di luar area kios karena menggunakan ruang publik. “Hari ini masih sosialisasi sebelum penertiban, kalau kita biarkan sementara tokonya tidak ditempati itu juga salah. Kalau pasar tempatnya itu tidak nyaman.
Misalnya susah jalan, kemudian padat, bisa kecopetan dan lain-lain. Akhirnya kan orang tidak mau datang juga,” jelasnya.
Ia menambahkan penataan dilakukan agar aktivitas jual beli kembali terpusat di dalam pasar. “Kita akan meluruskan kondisi ini supaya peruntukannya sesuai dengan yang sudah diatur. Kalau di dalam semua pembeli akan mencari kedalam,” tandasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


