Jelang Musorprov KONI Kaltim, Pengprov Percasi Kaltim Pilih Ketua yang Komitmen untuk Dunia Olahraga Bukan Kepentingan Politik

Busam ID
Akhmed Reza Fachlevi. Foto by Adit/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID– Menjelang agenda pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) yang dijadwalkan berlangsung akhir April 2026, harapan terhadap sosok pemimpin baru mulai mengemuka.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menilai jabatan Ketua KONI bukan sekadar posisi administratif, melainkan figur sentral yang berperan sebagai pengayom seluruh cabang olahraga (cabor).

Menurutnya, pemimpin KONI ke depan harus memiliki pemahaman utuh terhadap dunia olahraga, khususnya dalam aspek pembinaan prestasi dan tata kelola organisasi. Kemampuan manajerial yang kuat juga dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan olahraga daerah.

“Ketua KONI itu harus mencintai olahraga, memahami bagaimana pembinaan prestasi berjalan, serta memiliki kemampuan manajerial yang baik. Kalau tidak, tentu akan berdampak pada perkembangan olahraga di daerah,” ucap Reza, Selasa (31/3/2026).

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga independensi dalam proses pemilihan. Menurutnya, campur tangan pihak luar hanya akan mengganggu profesionalisme organisasi dan berpotensi menghambat peningkatan prestasi atlet.

Selain itu, Reza menyoroti capaian Kaltim pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut yang belum sesuai target. Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa Kaltim kembali bersaing di level atas, bahkan menargetkan masuk tiga besar hingga meraih gelar juara umum di masa mendatang.

“Kami berharap Kaltim bisa kembali berjaya. Ini tentu membutuhkan kerja sama seluruh aspek yang ada, pembinaan atlet yang berkelanjutan, serta manajemen yang solid,” tegasnya.

Dengan beberapa nama yang sudah beredar sebagai calon Ketua KONI Kaltim, Reza memastikan Percasi Kaltim masih menimbang untuk menentukan pilihan terhadap beberapa calon Ketua KONI Kaltim tersebut. Pihaknya tidak mengarahkan dukungan pada nama tertentu, melainkan akan menilai setiap calon berdasarkan visi, misi, serta komitmen dalam memajukan olahraga di Benua Etam.

“Kami tidak ada intervensi untuk mendukung calon tertentu. Siapa pun yang memiliki komitmen jelas untuk membangun olahraga Kaltim, itu yang layak didukung,” ungkapnya.

Ia pun mengingatkan agar dunia olahraga tetap steril dari kepentingan politik. Profesionalisme, kata dia, harus menjadi fondasi utama dalam pengelolaan organisasi demi mencapai prestasi yang optimal.

“Olahraga tidak boleh dicampuri kepentingan politik dan kepentingan lainnya. Ini harus menjadi fokus bersama agar prestasi bisa tercapai secara maksimal,” tutupnya. (adit)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *