Kampung Salai 2025, Buktikan Sampah Bernilai Ekonomi, Sosial, dan Ibadah

Busam ID
Kampung Salai Matahari, Kelurahan Tani Aman, Loa Janan Ilir menjadi terbaik 1 dan menerima piala, piagam serta uang pembinaan sebesar Rp 25 juta dalam lomba Kampung Salai Lestari Tahun 2025 dari Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, Selasa (25/11/2025). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Semangat pengelolaan sampah berbasis masyarakat mendapat panggung melalui pengumuman dan penyerahan hadiah Lomba Kampung Salai (Sampah Bernilai) Lestari Tahun 2025, Selasa (25/11/2025). Acara yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda itu berlangsung meriah dan menghadirkan penerima penghargaan dari berbagai kelurahan dan RT yang dinilai berhasil mengelola sampah secara kreatif dan berkelanjutan.

Plt Kepala DLH Samarinda, Suwarso, menegaskan makna lomba tidak semata soal kompetisi atau hadiah, tetapi perubahan pola pikir masyarakat terhadap sampah.

“Tujuan utamanya bukan penghargaannya, tapi bagaimana nilai pengelolaan sampah terinternalisasi dalam pribadi para Ketua RT. Sampah memiliki nilai ekonomi, sosial dengan gotong royong dan silaturahmi, serta nilai ibadah, karena kebersihan itu sebagian dari iman,” jelasnya.

Ia berharap keberhasilan kampung salai tidak terhenti pada 18 kampung saja, tetapi menjadi budaya kolektif seluruh RT di Samarinda melalui pengelolaan sampah dari sumbernya, sehingga beban TPA berkurang dan potensi ekonomi meningkat.

Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri mengapresiasi masyarakat yang terlibat aktif dalam pengelolaan sampah dengan penuh kerelaan dan kesadaran.
“Kita ucapkan selamat kepada seluruh pemenang. Ini muncul dari hati, mengelola sampah dengan baik, memanfaatkan plastik, organik dan lainnya. Bahkan ada ASN yang turun langsung membantu masyarakat. Ini patut ditiru,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah telah dan akan terus mendukung lewat program gotong royong dan edukasi pemilahan sampah.
“Kalau masyarakat dan pemerintah berjalan bersama, maka Samarinda akan bersih, cantik, sehat, dan bahkan bisa mengurangi banjir,” tegasnya.

Kampung Salai Matahari dari RT 02, Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan Ilir, menjadi terbaik pertama dengan hadiah pembinaan Rp 25 juta berbagi strategi menjadi kampung pengelola sampah terbaik. Ketua RT Suyanto menuturkan bahwa kunci keberhasilan adalah semangat kebersamaan.

“Kami bangga dan bersemangat. Kami mengajak warga bekerja bersama, memilah sampah dengan baik, dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai,” terang Ketua RT 02, Suyanto.
Inovasi unik pun menjadi daya tarik, sampah yang telah dipilah dan diolah dijadikan baju daur ulang. Baju tersebut disewakan untuk kegiatan pawai 17 Agustus maupun hari besar, sekaligus menjadi sumber dana bagi kegiatan lingkungan. Masyarakat pun memberikan respons positif hingga program ini berkembang menjadi identitas RT.

“Kami tidak boleh mengendur. Setelah juara ini pun kami akan terus belajar, berinovasi, dan mengajak warga menjaga lingkungan lebih baik lagi,” tegasnya.

Melalui ajang Kampung Salai 2025, DLH berharap pengelolaan sampah menjadi budaya sehari-hari, dimulai dari rumah tangga, kelompok komunitas terkecil, hingga meluas ke perumahan ASN, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *