Samarinda, Busam.ID – Para pelajar di kawasan Jalan Juanda masih harus menyeberang jalan di tengah padatnya arus kendaraan. Ada 4 sekolah besar di sekitar lokasi yaitu SMA Negeri 3, SMA Negeri 5, SMP Negeri 4, dan SMP Negeri 5.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan, rencana pemasangan pelican crossing sebagai penyeberangan aman masih tertahan karena belum ada izin dari pemerintah pusat. “Kami belum mengantongi izin dari Ditjen Perhubungan Darat. Surat yang terakhir sudah disampaikan,” ujarnya, Senin (25/11/2025).
Meski kerap disebut berpotensi menambah kemacetan, Manalu menegaskan prioritas fasilitas ini adalah keselamatan para pejalan kaki, khususnya pelajar. “Pelican cross itu hanya memengaruhi arus saat anak sekolah saat datang dan pulang karena filosofi keselamatan lalu lintas menempatkan pejalan kaki sebagai prioritas utama,” terangnya.
Dishub juga tengah mengkaji durasi lampu dan dampaknya terhadap arus lalu lintas agar tidak menimbulkan titik macet baru. Namun karena Jalan Juanda adalah jalan nasional, setiap fasilitas penyeberangan harus mendapat persetujuan Kementerian Perhubungan.
Tanpa izin pusat, pembangunan tidak bisa dilaksanakan meski anggaran daerah tersedia. “Kalau izin baru keluar tahun ini, kemungkinan karena anggaran yang bisa dilakukan hanya zebra cross saja,” sebutnya.
Biaya pembangunan pelican crossing sebelumnya disebut mencapai Rp200-250 juta per unit. Sementara alternatif lain seperti Zona Selamat Sekolah (ZoSS) tengah dipertimbangkan, karena Dishub lebih mendorong warga menggunakan transportasi massal. “Ya semoga perizinan cepat keluarlah sekitar 2 bulan sudah kita sampaikan,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir


