Samarinda Masih Kekurangan Guru dan Fasilitas Digital

Busam ID
Ilustrasi suasana pembelajaran di salah satu sekolah Samarinda. Foto by Uca/Busam.Id

Samarinda, Busam.ID – Kekurangan guru, fasilitas digital yang timpang, hingga lemahnya literasi digital tenaga pendidik masih membayangi dunia pendidikan di Samarinda. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud ) Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menyebut 3 persoalan tersebut sebagai pekerjaan besar yang belum tuntas.

Saat ini terdapat 742 satuan pendidikan di Samarinda dengan 129.221 peserta didik. Namun, kebutuhan guru belum tercukupi. Dari pendataan terbaru, kekurangan tenaga pendidik mencapai 382 orang. “Ini menjadi perhatian serius dan kami berharap ada kebijakan penempatan bagi lulusan PPG agar sekolah mendapatkan tenaga pendidik berkualitas,” ujar Asli, Selasa (25/11/2025).

Di sisi lain, upaya digitalisasi sekolah juga belum merata. Data Disdikbud menunjukkan masih ada 9 sekolah tanpa akses internet aktif, 5 sekolah tanpa komputer atau laptop, 199 sekolah belum memiliki Chromebook, serta sekitar 8 persen sekolah belum memiliki proyektor.

Asli menekankan pentingnya verifikasi lapangan karena data tersebut berkaitan langsung dengan program satu data kota. “Harus ditelusuri apakah sekolah-sekolah itu berada di blank spot atau memang belum tersentuh jaringan,” katanya.

Literasi digital guru pun belum menggembirakan. Menurutnya, pemetaan menunjukkan kemampuan tingkat dasar berada di 52,71 persen, tingkat menengah 73,49 persen, dan tingkat mahir baru 42,77 persen. “Kita sudah di era digital. Tantangan ini harus dijawab lewat pelatihan dan pendampingan berkelanjutan,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidi

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *