Usai Disidak, SMAN 10 Samarinda Siap Dievaluasi dan Bantah Adanya Pungutan

Busam ID
Ni Made Adnyani. Foto by Uca/Busam.Id

Samarinda, Busam.ID – Inspeksi mendadak (Sidak) Komisi IV DPRD Kalimantan Timur ke SMAN 10 Samarinda menyisakan sejumlah catatan, terutama soal layanan asrama. Pihak sekolah pun angkat bicara, menyatakan siap dievaluasi sekaligus membantah adanya isu pungutan.

Kepala SMAN 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, menyebut salah satu catatan yang muncul berkaitan dengan menu makan siswa asrama. Menurutnya, penyediaan konsumsi dikelola pihak ketiga dan akan menjadi bahan evaluasi.

“Yang jadi perhatian memang menu makan. Itu disiapkan pihak ketiga, jadi akan kami evaluasi,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Ia juga menegaskan tidak ada perbedaan fasilitas antar siswa. Seluruh ruang kelas dan kamar asrama disebut telah dilengkapi pendingin ruangan. Adapun kendala listrik yang sempat terjadi disebabkan keterbatasan daya dan masih dalam proses penambahan.

“Semua kelas dan kamar asrama ber-AC. Tidak ada pembedaan. Soal listrik, kami masih menunggu penambahan daya karena sekolah berada di zona merah,” jelasnya.

Terkait dugaan pungutan yang turut mencuat, Ni Made menegaskan pihak sekolah tidak melakukan penarikan biaya. Dana yang dibayarkan orang tua disebut sebagai biaya layanan tambahan asrama yang dikelola oleh komite sekolah.

“Itu bukan pungutan sekolah tapi untuk kebutuhan asrama. Asrama adalah layanan tambahan dan dikelola komite, termasuk rekeningnya,” tegasnya.

Kepala Asrama SMAN 10 Samarinda, Abdul Salman Alfarid, menambahkan siswa yang tinggal di asrama dikenakan biaya operasional sekitar Rp2,6 juta per bulan yang telah disepakati sejak awal pendaftaran.
Ia mengakui adanya kesalahpahaman di masyarakat terkait anggapan layanan asrama gratis sepenuhnya. Menurutnya, bantuan memiliki mekanisme tertentu, sementara kebutuhan operasional asrama harus tetap berjalan.

“Kami menyiapkan wali asuh, perawat, hingga kebutuhan operasional sehari-hari siswa. Layanan asrama ini untuk mendukung pembinaan siswa, bukan pungutan dari sekolah,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *