Samarinda, Busam.ID — Kapal wisata KM Cahaya Nur Muhammad ditemukan miring dan nyaris tenggelam di dermaga tidak resmi kawasan Teras Samarinda II pada Senin (12/10) pukul 10.00 WITA. Kapal yang biasa melayani perjalanan wisata di sepanjang Sungai Mahakam tersebut diketahui mengalami kebocoran parah pada lambung serta kerusakan mesin.
Saksi mata di lokasi, Wahyu Halilintar (32), menjelaskan bahwa kondisi kapal semakin memprihatinkan karena air terus masuk ke dalam lambung saat Sungai Mahakam pasang.
“Kondisi tambat di situ memang sudah bocor, jadi saat air surut posisinya jadi miring. Ini informasi dari ABK-nya, dan mesinnya juga tidak berfungsi,” ungkap Wahyu.
Menindaklanjuti laporan warga, jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kanit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan, Ipda Adi Brata, membenarkan adanya kebocoran teknis di bagian belakang sebelah kiri kapal.
Selain masalah kerusakan, polisi menyayangkan keberadaan kapal yang dibiarkan bersandar lama di dermaga tak berpenghuni tersebut. Kawasan Teras Samarinda II sejatinya bukan zona peruntukan tambat kapal, terlebih untuk kapal dalam kondisi rusak yang berpotensi membahayakan alur pelayaran dan mencemari estetika ikon kota.
“Benar, di situ tidak diperbolehkan tambat. Kami sudah sempat mengimbau agar kapal ditambatkan di lokasi resmi milik mereka sendiri,” tegas Adi Brata.
Guna mengusut tuntas keterbiaran ini, pihak kepolisian akan segera memanggil pihak manajemen atau pengelola KM Cahaya Nur Muhammad.
Pemeriksaan mendatang akan berfokus pada dua hal utama: pertanggungjawaban atas kondisi kapal yang membahayakan serta alasan mengabaikan larangan tambat di kawasan Teras Samarinda II. Polisi juga mendorong agar kapal segera dievakuasi agar tidak berisiko tenggelam sepenuhnya ke dasar sungai. (zul)
Editor: M Khaidir


