Samarinda, Busam.ID — Seorang bocah laki-laki dilaporkan tenggelam di danau eks lubang tambang kawasan Perumahan Talang Sari, Jalan Rimbawan, RT 08, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (13/10/2026) sekira pukul 13.30 WITA.
Insiden naas ini memicu operasi pencarian skala besar. Hingga sore hari, personil SAR gabungan dari Basarnas, TNI/Polri, serta deretan relawan masih menyisir perairan bekas tambang tersebut.
Lokasi eks galian tambang yang sudah ada sejak era pandemi COVID-19 sekitar tahun 2020 ini rupanya menjadi “wahana bermain” langganan bagi anak-anak dari luar permukiman RT 08.
Ketua RT 08 Tanah Merah, Robby, membeberkan bahwa pihak RT maupun warga lokal sebenarnya tidak tinggal diam. Teguran demi teguran terus dilayangkan setiap kali melihat kerumunan anak-anak bermain di area bahaya tersebut.
“Setiap libur akhir pekan, Sabtu dan Minggu, mereka sering datang ke sini. Sudah sering kami tegur, tapi kalau ditegur paling mereka ngumpet dulu. Nanti kalau suasana sepi, balik berenang lagi,” ungkap Robby.
Dia memastikan, mayoritas anak yang sering mendatangi danau buatan tersebut—termasuk korban—bukanlah warga di lingkungan RT-nya. Korban diketahui merupakan warga Talang Sari RT 02. “Setiap hari mereka lewat jalan depan, jarang lewat belakang. Awalnya saya pikir anak-anak dari kawasan Lempake. Korban ini ternyata warga Talang Sari RT 02,” jelasnya.
Keberadaan papan peringatan larangan mendekat di sekitar lokasi juga menjadi sorotan. Robby mengakui plang peringatan bahaya sempat terpasang di area tersebut. Namun, ketiadaan perawatan membuat sarana keselamatan itu hancur seiring waktu.
“Dulu ada papan peringatan. Cuma karena sudah lama, akhirnya lapuk dan rusak dimakan usia,” kata Robby. Ia sendiri baru mengetahui insiden tenggelamnya korban usai menerima laporan darurat dari warga sekitar pascakejadian.
Di lain sisi, Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksarudin Adam, mengonfirmasi, korban awalnya datang bersama lima teman sebayanya untuk bermain air. Berdasarkan kesaksian rekan-rekan korban di lokasi kejadian, salah satu dari mereka mendadak tak muncul kembali ke permukaan saat berenang.
“Kami langsung bergerak usai menerima informasi warga. Keterangan dari teman-temannya, ada satu bocah yang hilang tenggelam di lokasi ini. Warga mengonfirmasi ini adalah bekas lubang tambang batu bara,” terangnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas SAR masih terus mengoperasikan perahu karet dan peralatan penyelaman untuk mendeteksi keberadaan korban di kedalaman eks lubang tambang. (zul)
Editor: M Khaidir


