Berau, Busam.ID – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau komitmen tetap menjaga kehijauan lingkungan dalam pembangunan di Bumi Batiwakkal. Sebab, dalam beberapa kasus, banyak pihak yang abai dengan kelestarian hutan kawasan perkotaan.
Komitmen itu disampaikan Sri usai menghadiri pertemuan seluruh Kepala Daerah di Kaltim dalam pembahasan Pembangunan Hijau 2023 di Ruang Teleconfrence Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Rabu (27/9/2023) lalu.
“Komitmen kita sama dengan seluruh Kepala Daerah yang ada di Kaltim. Atas instruksi dari Pemprov Kaltim,” katanya.
Saat dikonfirmasi mengenai perkembangan pengerjaan proyek pedestarian di tepian Jalan Ahmad Yani yang dianggap abai terhadap kelestarian hutan kawasan perkotaan, Sri mengaku telah memberikan peringatan kepada kontraktor untuk mengganti tanaman tersebut.
“Akan ditanam kembali itu,” ujar Sri singkat sembari meninggalkan awak media, Sabtu (30/9/2023).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Revitalisasi Tepian Jalan Antasari sampai Ahmad Yani, Charles, menyatakan, pohon tanjung yang tertanam saat ini tidak sesuai dengan rencana pengerjaan proyek tersebut.
Sehingga, pohon yang ada saat ini akan digantikan dengan pohon peneduh lain. Seperti Sepatu Dea, Bulai, Ketapang Kencana dan Bungur. “Iya pohon itu kami relokasi, pindahkan ke tempat sementara,” kata Charles.
Dia memastikan, pemasangan pohon baru akan berlangsung setelah pot yang terdapat dalam desain proyek rampung. Ditanam secara bertahap, sesuai dengan progres di lapangan. “Iya kami akan tanam nanti setelah di semai. Tunggu akar pohonnya sudah kokoh, dan diameter pohon sudah mencukupi,” ujarnya.
Sebagai informasi, proyek itu telah berjalan sejak 5 Juli 2023 lalu dan menelan anggaran pemerintah sebesar Rp 27 miliar. Dengan panjang pengerjaan 400 meter. Proyek meniru konsep tata kota yang ada di sepanjang Jalan Malioboro, Jogjakarta. Dengan menonjolkan sisi kearifan lokal. (diva/adv)
Editor: M Khaidir


