Balikpapan, Busam.ID – Rencana pembangunan bendungan pengendali (bendali) di kawasan Pasar Segar, Balikpapan, belum dapat direalisasikan. Proyek yang menjadi salah satu prioritas pengendalian banjir tersebut masih menunggu kepastian anggaran.
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qodri, mengatakan pemangkasan anggaran fisik dari pemerintah pusat mencapai 60 persen. Kondisi ini berdampak pada sejumlah program pembangunan daerah yang telah direncanakan.
“Sekitar 60 persen anggaran fisik kita terpangkas dari pusat, kurang lebih Rp400 miliar. Jadi, untuk program prioritas, termasuk bendali Pasar Segar, kita masih kesulitan memberikan kepastian,” kata Alwi, Selasa (24/2/2026).
Menurut dia, pemangkasan tersebut berkaitan dengan berkurangnya transfer ke daerah, seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan Transfer ke Daerah (TKD), karena sebagian anggaran dialihkan untuk mendukung program prioritas nasional. Ia menegaskan, pemerintah daerah harus menyesuaikan kebijakan tersebut.
“Kalau itu sudah menjadi program Presiden, tentu wajib dijalankan. Pemerintah daerah harus mengikuti aturan,” ujarnya.
Akibat keterbatasan anggaran, proyek bendali Pasar Segar yang membutuhkan biaya besar untuk sementara waktu ditunda.
“Proyek seperti bendali Pasar Segar untuk sementara dihentikan. Banyak kegiatan yang sebelumnya sudah disetujui, tetapi tahun ini terpaksa tertunda,” katanya.
Selain itu, lanjut Alwi, belum ada kepastian kapan kondisi anggaran akan kembali normal. Pasalnya, belum dapat dipastikan apakah pemangkasan hanya terjadi tahun ini atau berlanjut pada tahun berikutnya.
“Kita belum bisa memastikan apakah pemangkasan ini hanya tahun ini atau sampai tahun depan. Untuk 2027 saja belum dibahas,” ujarnya.
Padahal, pembangunan bendali Pasar Segar dinilai penting sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di Balikpapan. DPRD berharap pemerintah pusat dapat memberikan kepastian anggaran agar program prioritas daerah yang menyangkut kepentingan masyarakat dapat kembali dilaksanakan. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir


