Tali Kapal Pemandu Putus, Tongkang Tabrak Kafe

Busam ID
Kondisi kafe Panorama di Jalan H Jahra, yang mengalami kerusakan usai tertabrak kapal tongkang, Selasa (14/1/2025). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Sebuah insiden terjadi di tepi Sungai Mahakam saat hujan deras disertai angin kencang mengguyur, Selasa (14/1/2025) siang. Dalam video yang viral di media sosial, sebuah kapal tongkang tanpa muatan dengan nama lambung Marine Power 3036 terlihat bergerak tak terkendali dan menghantam sebuah kafe di Jalan Haji Jahra, Kelurahan Sungai Keledang, Samarinda Seberang, sekitar pukul 14.00 Wita.

Tongkang tersebut diduga kehilangan kendali setelah tali towing yang menghubungkannya dengan kapal pemandu MHKL putus. Angin kencang membuat tongkang terbawa arus hingga menabrak bagian tepi kafe yang sebelumnya dikenal sebagai Kafe Panorama. Beruntung, insiden tidak menyebabkan kerusakan parah pada bangunan kafe, dan tidak ada korban jiwa.

Menurut keterangan warga setempat, Andry (40), tongkang yang awalnya berada dalam posisi sejajar dengan kapal pemandu tiba-tiba kehilangan kendali akibat putusnya tali towing.

“Kapal itu terdorong angin kencang dan hujan deras, lalu haluannya mengarah ke kafe. Untungnya, ada kapal lain yang segera memberikan bantuan untuk menahan tongkang agar tidak menabrak lebih jauh,” ujarnya.

Andry yang berada di lokasi kejadian juga menyaksikan bagaimana pengunjung dan karyawan kafe langsung berlarian menyelamatkan diri saat menyadari tongkang mendekat. “Alhamdulillah, semua orang selamat. Kapal-kapal tambat di sekitar kafe juga tidak terdampak,” tambahnya.

Pemilik kafe, Slamet (43), yang berada di lokasi saat kejadian menceritakan, detik-detik insiden tersebut terjadi melanda kafenya. “Saya awalnya duduk di tepi sambil menikmati kopi, tapi karena hujan tempias, saya pindah ke dalam. Tidak lama setelah itu, tongkang langsung menghantam. Beruntung saya sudah pindah,” ungkapnya.

Slamet juga sempat merekam detik-detik tongkang menghantam kafe, yang kini viral di media sosial. Mengenai kerusakan, ia mengungkapkan bangunan kafe yang berada di atas sungai membutuhkan proses perbaikan rumit dan biaya yang tidak sedikit.
“Estimasi kerugian bisa mencapai miliaran rupiah. Selain bangunan, karyawan juga tidak bisa bekerja karena kafe harus tutup sementara,” jelasnya. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *