Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong penguatan sektor peternakan dan perikanan melalui pembangunan infrastruktur pendukung. Salah satunya diwujudkan dengan peresmian Rumah Produksi Bersama (RPB) Pakan Ternak di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud.
Fasilitas yang dibangun melalui APBD Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2025 itu diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pakan ternak dan pakan ikan bagi masyarakat, sekaligus menekan biaya produksi yang selama ini menjadi salah satu kendala utama para peternak dan pembudidaya ikan.
Dalam sambutannya, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan keberadaan rumah produksi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Saya sangat berharap RPB ini bisa menjadi solusi ketahanan pangan terutama penyediaan pakan untuk ternak dan budidaya perikanan (pelet apung),” ujar Rudy.
Menurutnya, produksi pakan secara mandiri diharapkan mampu menekan harga jual hingga 20–30 persen dibandingkan produk yang beredar di pasaran. Dengan demikian, para peternak dan nelayan dapat memperoleh margin usaha yang lebih baik.
Rudy juga meminta pengelola memaksimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut. Ia mengusulkan agar mesin produksi dioperasikan secara bergantian untuk menghasilkan pakan ternak dan pelet apung bagi sektor perikanan.
“Mesinnya bisa disetel untuk dua hasil produksi. Dua minggu memproduksi pakan ternak, kemudian dua minggu berikutnya memproduksi pelet apung, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” katanya.
Selain menopang kebutuhan peternak dan nelayan, hasil produksi RPB juga diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam penyediaan bahan baku daging ayam dan ikan.
Gubernur memastikan operasional rumah produksi akan terus dipantau. Apabila tingkat produksi terus meningkat, pemerintah membuka peluang untuk menambah mesin agar kapasitas produksi dapat dimaksimalkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih, menjelaskan pembangunan RPB Pakan Ternak Desa Loleng menghabiskan anggaran sekitar Rp8,3 miliar, yang terdiri atas pembangunan fisik senilai Rp6,2 miliar dan pengadaan peralatan sebesar Rp2,1 miliar.
Ia menyebut fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 200 ton pakan per bulan. Namun pada tahap awal, realisasi produksi masih berada di kisaran 20 ton per bulan atau sekitar 10 persen dari kapasitas maksimal.
RPB dibangun di atas lahan seluas 10.566 meter persegi dengan lokasi yang dinilai strategis karena dekat dengan sumber bahan baku, seperti jagung, bungkil sawit, CPO, tepung ikan, dan tepung kepala udang.
Menurut Heni, keberadaan rumah produksi ini tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga mendukung pengembangan industri berbasis sumber daya daerah, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan pangan Kalimantan Timur di masa mendatang.(Adit)
Editor: M Khaidir


