Mantan penyerang Manchester United, Robin van Persie mengaku keluarga menjadi alasan utama dirinya menolak kembali bersama The Red Devils -julukan Man United.
Sekadar informasi, Van Persie mendapat tawaran sebagai asisten pelatih Erik Ten Hag. Saat ini Ten Hag sedang membangun kekuatan Man United untuk bisa tampil kompetitif musim depan. Bukan hanya membeli pemain, tetapi Ten Hag menginginkan Van Persie untuk membantunya menangani Setan Merah.
Van Persie bukan nama baru untuk penggemar Man United, sebaba dia pernah membela Setan Merah selama tiga musim. Van Persie pun menyumbangkan satu gelar Liga Inggris dan Inggris Super Cup. Selama membela Man United, Van Persie berhasil mencetak 58 gol dan 21 assist dari 105 penampilan. Dia pun meninggalkan Old Trafford pada 2017 untuk bergabung dengan Fenerbahce.
Sementara itu Van Persie menolak untuk kembali ke Man United. Alasan keluarga menjadi penyebab utamanya balik ke Inggris untuk menjadi asisten Ten Hag.
“Putra dan putri saya penting saat ini, fakta bahwa mereka berdua menemukan gairah mereka luar biasa. Hobi itu menyenangkan, tetapi Anda berharap mereka benar-benar menikmatinya,” kata Van Persie dilansir dari Metro, Rabu (8/6/2022).
“Dina (putri Van Persie) memiliki hobi menunggang kuda, dia benar-benar menyukainya, dan Shaqueel (anak laki-laki Van Persie) memiliki hal yang sama dengan sepak bola. Istri saya, Bouchra, mengembangkan semua bakatnya dengan proyek kami dan itu bagus untuk dilihat. Kami sedang bersenang-senang bersama,” tuturnya.
Pria berusia 38 tahun itu menjelaskan telah berpindah-pindah tempat tinggal, ketika masih aktif menjadi pemain sepak bola. Van Persie menjelaskan telah meninggalkan Belanda selama 14 tahun untuk berkarir di Inggris dan Turki.
“Di London, ketika saya bermain di Arsenal, kami pindah lima kali. Kami juga tinggal di Manchester dan Istanbul. Secara keseluruhan, kami pergi selama hampir empat belas tahun,” tuturnya.
Setelah pensiun dari sepak bola, Van Persie mengaku telah berpikir untuk kebaikan anak-anaknya. hal tersebut pun membuatnya pulang ke Belanda untuk melihat perkembangan buah hatinya.
“Tetapi kemudian kami berpikir, ‘apa yang baik untuk anak-anak sekarang?’ dan merasa sedikit stabilitas akan menyenangkan,” tuturnya.
Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra








