Samarinda. Busam.ID – Ribuan Mahasiswa serta organisasi masyarakat yang tergabung dalam aliansi perjuangan masyarakat Kaltim menggeruduk Kantor DPRD Kaltim Selasa, (21/4/2026).
Massa yang datang membawa sejumlah tuntutan dan aspirasi terkait kinerja legislatif dan kebijakan Pemprov Kaltim, justru kecewa karena Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud tampak absen. Aksi yang berlangsung sejak pagi itu menyoroti fungsi pengawasan DPRD Kaltim yang dinilai belum maksimal.
Massa mendesak agar DPRD lebih berpihak kepada rakyat dan berani meninjau kembali kebijakan-kebijakan Pemprov yang dianggap tidak pro masyarakat
Hamas -sapaan akrabnya- absen, karena dirinya disebut sedang menjalani kegiatan retreat di Magelang. Tentu kehadiran tersebut menjadi sorotan bagi massa yang hadir.
Bahkan, beberapa orator menyebut langkah tersebut sebagai bentuk pengecut karena tidak menemui massa secara langsung.
Meski Ketua DPRD absen, aspirasi massa tetap diterima oleh Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel, Wakil Ketua II DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis, Wakil Ketua III DPRD Kaltim Yeni Eviliana dan Ketua Fraksi partai Golkar Muhammad Husni Fahruddin, Ketua Fraksi partai Gerindra Agus Suwandy, Ketua Fraksi partai PKB Damayanti, Ketua Fraksi partai PAN-Nasdem Sigit Wibowo, Ketua Fraksi partai Demokrat-PPP Agus Aras dan Ketua Fraksi partai PKS Firnadi Ikhsan.
“Ketua DPRD masih mengikuti kegiatan retreat di Magelang,” ucap Ekti.
Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar, Muhammad Husni Fahrudin atau biasa disapa Ayub menyampaikan permohonan maafnya karena sejauh ini DPRD Kaltim belum maksimal.
“Kami meminta maaf dan merasa bersalah karena fungsi budgeting dan pengawasan kami tidak berjalan dengan baik. Nonsense kalau kemudian kami menyalahkan eksekutif. Karena penganggaran 8,5 M terkait mobil dinas dan 25 M terkait rumah dinas yang menjadi concern masyarakat Kaltim hari ini, harusnya sudah diketahui oleh DPRD,” ucapnya.
Bahkan, dirinya melanjutkan, pihaknya sudah berbicara banyak kepada Gubernur, Wakil Gubernur, dan TAPD agar menganulir kebijakan-kebijakan ini.(adit)
Editor: M Khaidir


