Samarinda, Busam.ID – Tim Gabungan Pencari Fakta (TGIF) merekomendasikan Ketua Umum PSSI dan seluruh jajaran Exco untuk mundur dari jabatannya.
Hal itu sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban terkait tragedi Kanjuruhan beberapa waktu lalu. Hal itu jika Liga 1 ingin digulirkan kembali.
Dilansir dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Istana Kepresidenan, rekomendasi tersebut adalah salah satu dari total 12 rekomendasi TGIPF untuk PSSI dan telah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.
Dalam poin A rekomendasi TGIPF tersebut, ditegaskan pemerintah memang tidak mungkin mengintervensi PSSI, karena bisa membuat Sepakbola Indonesia kembali dijatuhi hukuman oleh FIFA.
“Namun, dalam negara Indonesia yang memiliki dasar moral dan etika serta budaya adiluhung, sudah sepatutnya Ketua Umum PSSI dan seluruh jajaran Komite Eksekutif mengundurkan diri,” ucap Mahfud MD, Ketua TGIF.
Bukan hanya itu, TGIPF juga merekomendasikan untuk menjaga keberlangsungan kepengurusan PSSI dengan menggelar forum tertinggi di PSSI, yakni kongres luar biasa (KLB).
“Untuk menjaga keberlangsungan kepengurusan PSSI dan menyelamatkan persepakbolaan nasional, pemangku kepentingan PSSI diminta untuk melakukan percepatan kongres atau menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menghasilkan kepengurusan PSSI yang berintegritas, profesional, bertanggung jawab, dan bebas dari konflik kepentingan,” tambahnya.
Untuk mendukung proses perubahan tersebut, TGIPF pun merekomendasikan agar pemerintah tidak memberikan izin pertandingan liga sepak bola profesional di bawah PSSI, yaitu Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, namun TGIPF masih berharap pertandingan sepak bola di luar Liga 1, 2, dan 3 tetap berlangsung dengan memperhitungkan ketertiban umum.
“Sampai dengan terjadinya perubahan dan kesiapan yang signifikan oleh PSSI dalam mengelola dan menjalankan kompetisi sepak bola di tanah air,” pungkasnya. (dit/Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Istana Kepresidenan)
Editor: Redaksi BusamID












