Samarinda, Busam.ID– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim memiliki aplikasi khusus untuk melestarikan budaya lokal. Yakni aplikasi bernama Pustaka Borneo, didalamnya terdapat koran bahari yang pernah terbit di Kaltim.
Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Deposit dan Alih Media DPK Kaltim Fatimah Inry, dirinya menyebut sejak dipimpin Muhammad Syafranuddin, Seksi Deposit dan ALih Media telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Mulai dari scanner khusus, komputer, dan lain-lain.
“Kami juga sekarang punya fotokopi sendiri,” ucapnya, Selasa (26/9/2023).
Keberadaan fotokopi di Seksi Deposit dan Alih Media sendiri, diakuinya sangat penting. Sebab, dalam sejumlah kesmepatan, arsip koran lama yang dibawa kolektor tak bisa dipinjam dalam periode waktu tertentu.
“Makanya harus segera kami dokumentasikan. Nah makanya keberadaan fotokopi ini jadi sangat penting,” ujarnya.
Dirinya memaparkan, peralatan-peralatan lain sebenarnya ada yang disumbangkan khusus ke DPK Kaltim. Salah satunya adalah kamera untuk alih media yang diberikan Perpustakaan Nasional. Sayangnya, hingga saat ini, koran-koran bahari yang telah dialihmediakan tersebut belum bisa diakses masyarakat secara luas.
“Saat ini masih belum biasa diakses, masih kami siapkan,” paparnya.
Fatimah menyebut seluruh hasil dari alih media koran ini nantinya akan didistribusikan ke dalam aplikasi khusus. Namanya Pustaka Borneo. Aplikasi itu tak sekadar mendukung koleksi buku dari karya penerbit serta penulis lokal.
“Tetapi juga menampung koleksi budaya lokal,” sebutnya.
Keberadaan Pustaka Kaltim saat ini juga masih terus di update. Pasalnya, sejak 20 Juli lalu, perjanjian lima provinsi terhadap aplikasi ini juga baru diperbaharui.
“Perjanjian yang lama telah kedaluarsa. Makanya saat ini sedang diupayakan kembali agar aplikasi tersebut bisa berjalan maksimal,” pungkasnya.(Adit)
Editor: M Khaidir


