42 Adegan Diperagakan dalam Pra-Rekonstruksi Kasus Penembakan

Busam ID
Reka adegan ke-30 saat pelaku menembak korbannya hingga jatuh tersungkur, Rabu (7/5/2025). foto by zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Sebanyak 42 adegan diperagakan dalam pra-rekonstruksi kasus pembunuhan melalui penembakan yang terjadi di sebuah tempat hiburan malam (THM) di Jalan Imam Bonjol Samarinda, Minggu (4/5/2025) dini hari lalu. Adegan dilaksanakan, Rabu (7/5/2025) siang bertujuan untuk memperjelas peran 9 tersangka sebelum berkas perkara dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Dengan pertimbangan kasus tersebut cukup menonjol dan menjadi perhatian publik, serta karena banyaknya tersangka yang terlibat, hari ini kita laksanakan pra-rekonstruksi,” ujar Kombes Pol Hendri Umar usai kegiatan pra-rekonstruksi.

Dalam jalannya rekonstruksi, 42 adegan diperagakan secara detail berdasarkan pengakuan para tersangka dan keterangan saksi. Rangkaian adegan tersebut menggambarkan alur kejadian secara utuh, dimulai dari perencanaan awal di THM yang berlokasi di Jalan Mulawarman, kemudian berpindah ke THM di Jalan Imam Bonjol, hingga puncak aksi penembakan yang merenggut nyawa korban.

“Rekonstruksi ini memperlihatkan dengan jelas peran masing-masing tersangka dalam rangkaian kejadian. Mulai dari tersangka yang bertindak sebagai eksekutor penembakan, posisi mereka saat bersiap melakukan aksi, hingga peran tersangka lainnya seperti pengawas situasi di depan THM dan tersangka yang menunggu di dalam mobil,” jelas Hendri.

Setelah seluruh rangkaian pra-rekonstruksi selesai, para tersangka kembali dibawa ke kantor kepolisian untuk menjalani proses penyusunan berkas perkara. Hendri menegaskan, pihaknya akan segera melimpahkan berkas perkara tersebut kepada JPU setelah dinyatakan lengkap dan memenuhi persyaratan.

“Setelah berkas kita anggap lengkap, akan segera kita kirimkan ke Jaksa Penuntut Umum,” pungkasnya.

Lebih lanjut, motif di balik aksi penembakan ini telah dipastikan oleh pihak kepolisian adalah balas dendam. Hal itu terkait dengan peristiwa pembunuhan yang terjadi di bulan Juni tahun 2021 lalu tepatnya di kawasan Jalan Ahmad Dahlan Samarinda. Korban dalam kasus penembakan diduga kuat merupakan target balas dendam dari kelompok tersangka.

“Jadi, ini menurut kejadian di Juni 2021 yang terjadi pembunuhan dan yang meninggal itu adalah salah seorang teman dari kelompok pelaku. Bahkan, ada beberapa pelaku yang juga masih saudara, masih hubungan keluarga yang cukup dekat dengan korban yang meninggal di tahun 2021,” beber Hendri.

Dengan terungkapnya motif dan peran masing-masing tersangka melalui pra-rekonstruksi tersebut, diharapkan proses hukum selanjutnya dapat berjalan lancar dan keadilan dapat ditegakkan. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *