Samarinda, Busam.ID –Seorang pria yang telah meninggal dunia di Samarinda kembali ditemukan, Sabtu (14/6/2025). Pria tersebut bernama Dimas Aulia Suhanda (40), warga Jalan P. Suryanata, Gang Tenggiri, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu.
Dia ditemukan di kediamannya di Jalan SMP 8, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Sabtu (14/6/2025) siang. Korban ditemukan sudah tak bernyawa di dalam rumahnya oleh rekan kerjanya setelah beberapa hari tidak bisa dihubungi.
“Awalnya sih dari kemarin sore, kemarin sore saya telepon tak bisa. Karena dia teman kerjaku, kami pemasangan CCTV freeline di area Samarinda, jadi tiap hari ikut kerja sama aku,” ujar rekan kerja korban, Ageng.
Ageng menjelaskan, Dimas terakhir bekerja hari Senin (9/6/2025) untuk pemasangan CCTV di area SMP 8. Pada hari itu, Dimas sempat terjatuh dan tersandung keramik di rumahnya, menyebabkan kakinya terluka.
“Sorenya dia bilang besok tidak ikut kerja dulu karena kakinya sakit,” tambah Ageng.
Kecurigaan Ageng muncul ketika ia mencoba menghubungi Dimas, Jumat (13/6/2025) sore hingga malam, namun panggilan teleponnya tidak diangkat maupun direspons.
“Padahal biasanya kalau saya telepon biarpun dia tidur gitu, terbangun dia. Paling bunyi sekali, dia nggak angkat, dia telepon balik biasanya gitu,” kata Ageng.
Merasa ada yang tidak beres, Ageng memutuskan untuk mendatangi rumah Dimas Sabtu siang sekitar pukul 11.00 WITA.
“Aku curiga kayaknya ada yang tidak beres, jadi aku ke sini. Siapa tahu dia kondisinya memang sehat saja mau saya bawa kerja pasang CCTV,” ungkap Ageng.
Setibanya di lokasi, Ageng melihat keanehan karena sandal, helm, dan tas korban berada di tempatnya, menandakan Dimas tidak bepergian. Ia pun mencoba memanggil dari jendela namun tidak ada respons. Dengan firasat kuat Dimas masih di dalam, Ageng mencoba membuka pintu yang ternyata tidak terkunci. Sebelum masuk, Ageng meminta tetangga untuk menemaninya.
“Begitu masuk, aku lihat dia sudah tertelungkup. Badannya sudah kelihatan biru-biru,” tutur Ageng dengan nada prihatin.
Tim Inafis Polresta Samarinda bersama Polresta Samarinda Seberang melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad Dimas ke kamar jenazah RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda.
Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal karena sakit. (zul)
Editor: M Khaidir


