Andi Harun Akui Dashboard WFH Pemkot Samarinda Masih Lemah

Busam ID
Presentasi sistem dashboard pemantauan efisiensi kebijakan work from home (WFH) di Kantor Diskominfo Kota Samarinda, Jumat (17/4/2026). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengakui masih terdapat kelemahan dalam sistem dashboard pemantauan efisiensi kebijakan work from home (WFH), khususnya input data pemakaian bahan bakar minyak (BBM).

Dia menyebut, meski sosialisasi telah dilakukan beberapa kali, pihaknya masih menemukan deviasi antara target efisiensi dan konversi riil penggunaan BBM. “Persentase efisiensi dinilai sudah tercapai, namun perhitungan dalam satuan liter dan nilai rupiah belum sepenuhnya akurat,” terang Andi Harun, Minggu (19/4/2026).

Ia menjelaskan, perhitungan sementara menggunakan asumsi jarak tempuh pegawai sekitar 20 kilometer per hari dengan konsumsi rata-rata 2 liter BBM. Dari skema ini, penerapan WFH bagi sekitar seribu pegawai setiap Hari Jumat diperkirakan mampu menghemat hingga 1.800 liter BBM atau setara Rp60–70 juta.

Namun demikian, penghitungan tersebut masih bersifat estimasi karena sistem belum sepenuhnya optimal dalam menangkap data riil di lapangan. Sementara untuk pengurangan emisi, Pemkot mengklaim telah menggunakan metode dari lembaga kredibel berstandar global.

“Ke depan, Pemkot juga akan menghitung efisiensi dari sektor lain seperti listrik dan air yang hingga kini belum terkonversi secara menyeluruh ke nilai rupiah. Jika seluruh komponen dihitung, potensi efisiensi disebut akan jauh lebih besar,” jelasnya.

Ditargetkannya, ada penyempurnaan sistem dashboard agar hasil pengukuran efisiensi WFH bisa lebih akurat dan komprehensif. (zul)
Editor: M Khaidi

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *