Samarinda, Busam.ID — Setelah melalui proses pencarian intensif selama berjam-jam oleh Tim Search and Rescue (SAR) gabungan, korban yang diketahui bernama Adi Azam (13) akhirnya ditemukan, Selasa (13/10/2026) malam, dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian dan unsur SAR di lapangan, peristiwa naas tersebut bermula sekitar pukul 13.30 WITA. Korban datang ke lokasi danau eks galian tambang bersama 5 orang rekan sebayanya untuk bermain mengisi waktu siang.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, mengonfirmasi kronologi kejadian tersebut saat ditemui di lokasi penemuan.
“Dari awal kami menerima informasi bahwa terdapat satu korban atas nama Adi Azam, usianya 13 tahun, bersama rekan-rekannya sedang melaksanakan kegiatan bermain di eks tambang,” ujar Aries.
Niat bersenang-senang berubah menjadi petaka ketika korban nekat menyeburkan diri ke dalam air, meskipun sebenarnya ia tidak mahir berenang. Melihat korban mulai kesulitan dan tenggelam di kedalaman air danau bekas galian tersebut, kawan-kawannya sempat berupaya memberikan pertolongan seadanya.
Namun, terbatasnya jangkauan dan tenaga membuat upaya kawan-kawannya gagal menyelamatkan korban. “Kebetulan korban ini tidak bisa berenang. Entah kenapa dia menceburkan diri, akhirnya sempat dibantu sama rekan-rekannya. Hanya saja tidak bisa terjangkau lagi oleh teman-temannya,” tambah Aries.
Mendapat laporan darurat dari warga, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta puluhan relawan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Tim segera mendirikan posko dan menyusun strategi pencarian.
Operasi pencarian difokuskan pada titik dugaan awal korban tenggelam (Last Known Position / LKP). Personel penyelam Basarnas dikerahkan langsung ke dasar danau dengan radius pencarian awal sekitar 10 meter dari titik LKP.
“Dalam pencarian di awal, kami melaksanakan penyelaman di titik diduganya jatuh. Radius pencarian kami tadi di radius 10 meter dari LKP,” jelas Aries.
Proses penyisiran berlangsung cukup lama dan menegangkan. Hingga petang menjelang, keberadaan korban belum juga membuahkan hasil. Namun, kerja keras tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil pada malam hari sekitar pukul 19.15 WITA.
“Hingga pukul 18.00 tadi masih belum didapat. Dan tadi di pukul 19.15 WITA, alhamdulillah korban ditemukan oleh unsur SAR gabungan. Jarak penemuannya kurang lebih 10 meter dari LKP,” terangnya.
Usai berhasil dievakuasi dari dasar air, jenazah Adi Azam langsung dilarikan dan diserahkan ke rumah duka untuk proses pemulasaraan oleh pihak keluarga. Isak tangis keluarga dan warga sekitar menyambut kedatangan jenazah korban.
Pihak berwajib dan Tim SAR mengimbau kepada seluruh masyarakat, utamanya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak dan melarang keras bermain di sekitar area danau bekas galian tambang yang berisiko tinggi. (zul)
Editor: M Khaidir


