Samarinda, Busam.ID – Peringatan Hari Musik Nasional (HMN) di Kaltim akan berlangsung meriah. Pasalnya, kegiatan yang berlangsung di Atrium Big Mall, Sabtu (27/4/2024) akan diisi jajaran musisi nasional.
Dalam jumpa pers bersama media di ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Jumat (26/4/2024), Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal yang juga Ketua Panitia HMN Kaltim 2024 menyampaikan, dirinya sengaja mengumpulkan para pegisi acara dari jajaran musisi nasional untuk menyosialisasikan puncak HMN 2024.
“Tahun ini, Kaltim sebagai tuan rumah perayaan HMN 2024. Jadi saya harap, even akbar ini bisa meriah, booming, viral dan dirasakan kemeriahannya oleh seluruh masyarakat,” ucapnya.
Hadir dalam jumpa pers tersebut, musisi nasional diantaranya, Sekjen Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Dwiki Dharmawan, penyanyi era 80an Ita Purnamasari, Penyanyi Solois Once Mekel, Sandy Canester dan Sara Fajira. Serta Sekjen DPD PAPPRI Kaltim Muhammad Yusuf Koen, dan jajaran pengurus PAPPRI pusat dan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Dwiki menjelaskan sejarah diperingatinya HMN yang saat ini dirayakan tiap tanggal 9 Maret. PAPPRI menjadi salah satu organisasi musisi yang mengusulkan serta memperjuangkan HMN agar diperingati sebagai hari besar bagi insan musik tanah air.
“Stakeholder musik Indonesia yang dikoordinasi oleh PAPPRI mengusulkan HMN sejak 1999 pada zaman Presiden BJ Habibie. Kemudian bergulir dan baru diresmikan secara nasional pada masa pemerintahan Presiden SBY tahun 2014,” jelasnya.
Sebagai pencetus HMN, PAPPRI terus mengawal dan menyukseskan perayaan HMN setiap tahunnya. Ia berharap, ekosistem musik Indonesia dapat terus berkembang dan menelurkan talenta-talenta muda yang dapat terus memberikan inspirasi baru dalam warna musik nusantara.
“Kami sangat berterima kasih dan takzim kepada DPD PAPPRI Kaltim yang saat ini menjadi tuan rumah perayaan Hari Musik Nasional ke 21 tahun 2024 yang memang biasanya diperingati di Jakarta. Tepuk tangan untuk Kaltim yang pertama kali jadi tuan rumah,” tutupnya. (adit)
Editor: M Khaidi


