Samarinda, Busam.ID – Komunitas kerelawanan Volunteer Senada (Semangat Nyata Dalam Aksi Bersama) melakukan aksi sosial dan edukasi bertajuk SENADA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda pada Senin (12/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 14.00 WITA tersebut menjadi wadah pemenuhan kebutuhan literasi digital sekaligus pendampingan emosional bagi para siswa.
Aksi sosial batch ketiga ini memboyong 45 sukarelawan dari gabungan pelajar SMA dan mahasiswa perguruan tinggi di Kalimantan Timur, seperti Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), hingga Poltekkes Kaltim.

Founder Senada, Muhammad Tegar Al Razak, mengungkapkan keberadaan program ini tak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga mengedukasi publik dan para sukarelawan mengenai keberadaan Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu fokus program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Lokasinya memang cukup jauh dari pusat Kota Samarinda, tetapi itu tidak menyurutkan semangat kami. Banyak volunteer yang awalnya awam dengan Sekolah Rakyat, kini bisa melihat langsung dan berinteraksi dengan adik-adik di sini,” ujar Tegar, Senin (12/10/2026).
Pada tingkatan menengah atas, kegiatan difokuskan pada penguasaan teknologi masa depan melalui workshop Generatif AI. Sebanyak 36 siswa perwakilan dari 6 kelas dibekali pelatihan membuat karya gambar dan konten digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Ketua Panitia sekaligus Co-Founder Senada, Andromeda Bramanda, menjelaskan pelatihan ini ditargetkan membentuk portofolio digital bagi para siswa sebagai modal setelah lulus kelak.
“Harapan kami output-nya adalah portofolio digital. Perwakilan siswa yang dilatih ini nantinya juga bertugas menyebarluaskan ilmu AI yang didapat kepada rekan-rekan di kelasnya masing-masing,” terang Andromeda.
Tak hanya pembekalan teknologi, siswa tingkat atas juga diajak mengasah kemampuan kepemimpinan (leadership) dan pemecahan masalah (problem solving) lewat berbagai simulasi permainan kelompok berbasis matematika dan logika.
Sementara itu, untuk 67 murid kelas 1 hingga 3 Sekolah Dasar (SD), pendekatan yang diterapkan mengedepankan aspek emosional dan kreativitas. Para siswa diajak mewarnai media gipsum, senam bersama, hingga bermain oper balon bersama para relawan.
Andromeda menyoroti pentingnya sentuhan kasih sayang dan perhatian bagi murid SD yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu di kategori desil 1 dan desil 2.
“Melalui interaksi hangat dan gim edukatif ini, kami berusaha memenuhi kebutuhan psikologis atau batiniyah mereka. Ketika ada ruang perhatian yang kurang di rumah, kami hadir untuk merangkul dan memberikan rasa nyaman itu di sekolah,” tambahnya.
Pihak sekolah menyambut positif sinergi dan perhatian yang diberikan Volunteer Senada. Guru Jenjang Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 2 Samarinda, Regi Akmal Fauzan, menyebut kehadiran para sukarelawan mampu memaksimalkan sarana belajar yang ada di sekolah.
“Kami sangat bersyukur. Di sekolah kami sudah tersedia fasilitas laptop, dan kehadiran teman-teman Senada membuat fasilitas tersebut dapat dimaksimalkan lewat pelatihan AI. Ini sangat krusial untuk membekali kompetensi siswa di era digital saat ini,” jelas Regi.
Regi berharap kolaborasi serupa dapat terus terjalin secara berkelanjutan demi mendukung pengembangan potensi para siswa Sekolah Rakyat di Kota Samarinda. (zul)
Editor: M Khaidir


