Samarinda, Busam.ID— Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda akan ditutup sementara per hari ini, Rabu (4/2/2026) guna keperluan uji beban dan pemeriksaan struktur jembatan.
Penutupan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 14.00 Wita.
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan dan kelayakan struktur jembatan setelah tercatat tiga kali insiden tabrakan tongkang dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kalimantan Timur, Muhammad Muhran, menjelaskan bahwa pengujian lanjutan meliputi uji beban dinamis serta Non Destructive Test (NDT).
“Besok kami kembali melakukan pengujian lanjutan untuk memastikan kondisi struktur jembatan benar-benar aman. Jenis pengujiannya masih sama, yaitu uji dinamis dan NDT,” ujar Muhran, Selasa (3/2/2026) malam.
Selama proses pengujian berlangsung, jembatan akan ditutup total untuk seluruh jenis kendaraan, baik roda dua (R2), roda empat (R4), maupun kendaraan berat (R6). Penutupan total ini dilakukan untuk menjamin keselamatan serta kelancaran proses uji beban.
“Kendaraan roda dua pun tidak diperkenankan melintas karena berpotensi mengganggu jalannya pengujian. Kami ingin hasil uji benar-benar akurat,” tegas Muhran.
Ia menambahkan, kebijakan penutupan sementara tersebut merupakan bentuk prinsip kehati-hatian pemerintah daerahdalam melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga aset strategis milik Pemprov Kaltim.
Dinas Perhubungan Kaltim telah menyiapkan rekayasa lalu lintas selama penutupan berlangsung. Kendaraan berat diarahkan untuk parkir di lokasi yang telah ditentukan, sementara kendaraan ringan diminta menggunakan jalur alternatif.
Jika proses pengujian selesai lebih cepat dari jadwal, akses Jembatan Mahulu akan segera dibuka kembali.
Adapun hasil uji beban diperkirakan keluar dalam waktu tiga hingga tujuh hari setelah pelaksanaan dan akan disampaikan kepada publik. Pengujian ini dilakukan oleh tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan metode uji beban dinamis menggunakan satu unit truk bermuatan.(Adit)
Editor: M Khaidir


