[gtranslate]

Karhutla Meluas, Penerbangan di APT dan Sepinggan Dipastikan Masih Aman

Busam ID
Suasana jumpa pers di ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Kamis (27/8/2026). Foto by Adit/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Aktivitas penerbangan di sejumlah bandara utama Kaltim terutama di Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda dipastikan masih berjalan normal, meski kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meluas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Ririn Sari Dewi, memastikan kondisi penerbangan di Samarinda, Balikpapan, hingga Berau pun masih berada dalam batas aman dan sesuai standar operasional.

“Untuk kondisi terkini, kita tahu bahwa sekalipun kita ada penanganan karhutla, status karhutla kita masih ada. Tapi untuk penerbangan di beberapa titik Samarinda, Balikpapan, Berau, posisinya masih aman,” kata Ririn saat jumpa pers di ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Kamis (27/8/2026).

Dengan kondisi tersebut, masyarakat masih dapat menggunakan transportasi udara untuk berbagai kebutuhan, termasuk aktivitas bisnis dan pemerintahan.

“Secara standarisasi penerbangan masih bisa kita lalui, jadi masyarakat masih bisa melakukan mobilisasi penerbangan, dan utamanya urusan-urusan baik itu bisnis maupun pemerintahan,” ujarnya.

Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena ancaman karhutla masih cukup tinggi. Data BPBD Kaltim mencatat sebanyak 196 kejadian karhutla dengan luas terdampak 388,8 hektare sepanjang Januari hingga 10 Agustus 2026.

Angka tersebut kemudian meningkat. Data per 20 Agustus mencatat 273 kejadian karhutla dengan luas area terdampak mencapai sekitar 752 hektare di berbagai wilayah Kaltim.

Pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan berbagai upaya untuk menekan karhutla. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ke Kabupaten Berau yang tercatat mengalami eskalasi titik api cukup tinggi.

Dukungan peralatan turut diperkuat. Sebanyak 39 unit pompa air beserta perlengkapannya tiba di Balikpapan pada 26 Agustus 2026. Peralatan tersebut dikirim menggunakan pesawat Hercules C-130 dari Makassar untuk mendukung penanganan karhutla.

Di sisi lain, pengelola bandara terus memantau perkembangan kondisi udara, khususnya jarak pandang dan pergerakan asap.

Untuk Bandara APT Pranoto Samarinda, kondisi pada 26 Agustus masih dinyatakan aman. Jarak pandang pada pagi hingga siang hari berada di atas 10 kilometer dan asap akibat karhutla belum mencapai kawasan bandara.

Operasional bandara juga tercatat masih stabil. Sepanjang 1–21 Agustus 2026, Bandara APT Pranoto melayani 40.336 pengguna jasa, terdiri dari 19.897 penumpang kedatangan dan 20.439 penumpang keberangkatan.

Meski penerbangan masih berjalan normal, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas. Apabila kabut asap bergerak menuju bandara dan menyebabkan jarak pandang turun di bawah standar keselamatan, otoritas penerbangan akan melakukan evaluasi terhadap kondisi operasional.

Ririn pun meminta masyarakat tidak khawatir menggunakan transportasi udara selama kondisi masih aman. “Posisinya masih aman. Masyarakat masih bisa melakukan mobilisasi penerbangan,” pungkasnya. (adit)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *