Samarinda, Busam.ID – Seorang pria bernama Achmadan (48), warga asal Pasuruan, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di teras rumah warga di Jalan Bugis, Kelurahan Mugirejo RT 04, Kecamatan Sungai Pinang, Minggu (8/2/2026) pagi. Saat ditemukan sekitar pukul 07.15 Wita, posisi tubuh korban terbaring di teras rumah tepat di samping pagar, dengan kondisi kaki menjuntai ke bawah.
Korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya setelah tidak berada di kamar kos seperti biasanya. Endang Ratnasari (29), rekan kerja korban, mengungkapkan korban memang rutin dipantau karena kondisi kesehatannya yang menurun dalam beberapa waktu terakhir.
“Setiap pagi, siang, sama sore kami memang selalu kontrol dia. Tapi pagi ini kami cek ke kamarnya, orangnya sudah tidak ada. Kami hubungi lewat WhatsApp, tapi suara ponselnya terdengar dari luar,” ujar Endang.
Awalnya, rekan-rekan korban menduga Achmadan pergi ke langgar yang berada di sekitar tempat tinggalnya. Namun setelah dicek, korban tidak berada di lokasi tersebut. Ketika mereka kembali menghubungi ponsel korban, suara dering terdengar dari rumah warga yang berada di seberang kos.
“Pas kami cek ke rumah itu, ternyata korban sudah terbaring di teras rumah warga, dengan kondisi sudah tidak bernyawa,” lanjutnya.
Endang juga mengungkapkan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui memiliki riwayat sakit dan kecelakaan. Senin (2/2/2026), korban sempat dirawat di rumah sakit akibat demam berdarah (DBD) dan biaya pengobatan ditanggung oleh pemilik toko tempatnya bekerja. Kemudian Kamis (5/2/2026), korban kembali mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan DI Panjaitan, tepatnya di depan sebuah toko sepeda.
“Informasi dari orang sekitar, kemungkinan besar dia diserempet kendaraan lain. Waktu itu dia sempat dibawa ambulans ke rumah sakit, tapi saat kami tiba, kata satpam korban sudah pergi,” jelas Endang.
Diketahui pula, Achmadan hidup sebatang kara di Samarinda dan tidak memiliki keluarga yang mendampingi. Kondisi itulah yang membuat rekan kerja dan atasannya berinisiatif untuk terus memantau kondisi korban.
“Kasihan, dia nggak ada keluarga di sini. Jadi kami diminta atasan buat bantu mengontrol kondisinya,” tambah Endang.
Sementara itu, salah seorang warga RT 04 yang enggan disebutkan namanya mengatakan, Sabtu (7/2/2026) malam, korban sempat terlihat muntah-muntah dan berusaha keluar dari kos-kosan.
“Kami sempat melarang karena dia jalannya sempoyongan. Tapi korban berkeras mau keluar dengan alasan mau pulang,” ujarnya.
Sekitar pukul 00.00 Wita, warga memastikan korban tidak keluar rumah dan kembali berkumpul di pos penjagaan lingkungan. Namun keesokan paginya, korban justru ditemukan telah meninggal dunia di teras rumah warga.
“Saya langsung panggil Ketua RT. Setelah Ketua RT datang, kami bersama warga mengevakuasi korban ke kamar kosnya,” imbuh warga tersebut.
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Kanit III PAMAPTA Polresta Samarinda, IPDA Ryan Rizki Hidayat, menyatakan korban memiliki riwayat sakit serta kecelakaan sebelumnya.
“Diketahui korban memiliki riwayat sakit dan mengalami kecelakaan. Untuk memastikan apakah ada tanda-tanda kekerasan atau tidak, jenazah kami bawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas IPDA Ryan. (zul)
Editor: M Khaidir


