Samarinda, Busam.ID- Permasalahan macet di Kaltim terutama di Samarinda sepertinya akan menemukan solusinya. Dimana sebelumnya, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud berencana membangun Water Front di Samarinda dan Balikpapan guna mengurai kemacetan.
Untuk di Samarinda, Water Front tersebut diperkirakan menelan biaya hingga 1,7 Triliun. Hal itu disampaikan Kepala DPUPR-PERA Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda, ia menyebut, pihaknya sudah punya Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) untuk Water Front dan Riverside Road di Samarinda.
“Hanya saja Kalau di Balikpapan baru mau FS (studi kelayakan). Secara konsep (di Samarinda) oke, ya tinggal kita tunggu pendanaan saja,” ucapnya, Kamis (5/2/2026).
Saat dikonfirmasi apakah kemampuan fiskal Kaltim cukup terkait hal itu, mengingat Rudy Mas’ud menginginkan project tersebut dilakukan secepatnya (tahun ini), Nanda -sapaan akrabnya- menyampaikan, pihaknya akan memprioritaskan hal yang lebih prioritas. Apalgai tahun ini juga terkendala pemotongan yang ada.
“Nanti kan bisa dinilai, mana yang lebih prioritas. Nah, itu dulu yang kita utamakan,” jelasnya.
Terkait konsep, ia menjelaskan nantinya akan dibuat jalan yang menembus hingga jembatan Mahkota II, nantinya juga akan ada pedestrian yang dapat dimanfaatkan masyarakat seperti jogging dan lain-lain.
“Di pertengahan nanti, jarak antara selili dan Mahkota II juga akan ada pusat keramaian dan kita akan bangun amphiteater dan lain-lain,” paparnya.
Terakhir, dirinya menegaskan, project ini tidak akan ada relokasi, mengingat Water Front Riverside Road ini akan dibangun di sisi (bantaran) sungai.
“Justru mereka diuntungkan dengan adanya ini, ada keramaian baru, ada jalan besar. Intinya kita tidak ganggu yang di darat,” tutupnya.(Adit)
Editor: M Khaidir


