4 Rumah Hancur Diterjang Longsor di Samarinda

Busam ID
Proses evakuasi korban yang selamat. Ayu (20) untuk dibawa ke RSUD AW Sjahranie Samarinda, Selasa (27/5/2025). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Bencana tanah longsor kembali melanda warga Samarinda, kali ini di Jalan Gerilya, Gang Sepakat, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Selasa (27/5/2025) sekitar pukul 12.00 Wita. Akibatnya, 4 rumah warga mengalami kerusakan parah dan 7 orang menjadi korban terdampak.

Longsor terjadi saat hujan gerimis usai hujan lebat mengguyur kawasan tersebut. Salah serorang korban, Nanang, menceritakan momen menegangkan saat kejadian berlangsung.

“Awalnya terdengar suara gemuruh dari atas bukit. Tanah tiba-tiba bergerak turun dengan cepat dan menimpa rumah-rumah sekitar termasuk rumah saya. Saya langsung lari menyelamatkan istri dan anak saya yang ada di dalam rumah,” ujar Nanang.

5 dari tujuh korban berhasil diselamatkan oleh warga sekitar tak lama setelah kejadian. Mereka berada di bangunan bagian atas sehingga proses evakuasi lebih mudah dilakukan. Namun, 2 korban lainnya, seorang ibu dan anaknya, sempat terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Proses evakuasi sempat terkendala kondisi tanah yang masih labil dan aliran listrik yang belum dipadamkan, menimbulkan kekhawatiran risiko tersengat listrik di lokasi kejadian.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Samarinda, Disdamkar, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan unsur pemerintah langsung dikerahkan ke lokasi. Komandan Tim Basarnas Samarinda, Iwan Setiawan Abbas, menjelaskan proses evakuasi berlangsung dramatis.

“Korban yang bernama Ayu (20) kami temukan dalam kondisi sadar, meski terjepit reruntuhan. Proses evakuasi cukup sulit karena sempat terjadi pergerakan tanah sebanyak empat kali,” ungkap Abbas.

Sekitar pukul 15.20 WITA, Ayu berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie. Sementara ibunya masih berada di lokasi reruntuhan dan sempat memberikan respons saat pertama kali ditemukan.
Namun, hingga pukul 18.00 WITA, tim SAR tidak lagi menerima respons dari korban. Mengingat kondisi tanah yang masih bergerak dan berisiko tinggi bagi tim penyelamat, operasi evakuasi dihentikan sementara dan direncanakan akan dilanjutkan pada Rabu pagi (28/5/2025).

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, turut meninjau lokasi dan menyatakan keprihatinannya. Ia mengungkapkan area tersebut sebelumnya sudah diidentifikasi sebagai kawasan rawan longsor, namun belum diberi tanda peringatan.

“Lokasi ini sebenarnya sudah lama teridentifikasi rawan longsor, tapi belum ada tanda atau rambu peringatan. Setelah evakuasi selesai, kami akan pasang tanda agar masyarakat lebih waspada,” ujar Zuhri.
Ia juga mengimbau warga untuk menjauhi lokasi longsor dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di daerah perbukitan. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *