Samarinda, Busam.ID -Serangan ulat bulu di Taman Bebaya Samarinda tidak hanya berdampak pada pengunjung, tetapi juga pada para petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang bertugas di Taman Bebaya.
Sebanyak 12 petugas DLH dilaporkan turut terkena dampak serangan ulat bulu.
Serangan ulat bulu yang terjadi di Taman Bebaya telah menjadi perhatian serius bagi pengelola Taman Bebaya termasuk DLH Samarinda.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengunjung taman, tetapi juga oleh petugas yang bekerja di sana.
Ulat bulu yang memiliki rambut beracun ini dapat menyebabkan gejala kulit yang tidak hanya gatal, tetapi juga berpotensi menyakitkan.
Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda telah memberikan perawatan medis kepada 12 petugas yang terkena dampak serangan ulat bulu.
Mereka telah mendapatkan perawatan untuk mengurangi gejala kulit yang muncul akibat kontak dengan ulat bulu tersebut.
Roro Dyah Maharani, Kepala Bidang Lingkungan dan Pertamanan DLH Samarinda mewakili Kepala DLH, Endang Liansyah turut prihatin atas kejadian ersebut.
“Kami sangat prihatin dengan dampak serangan ulat bulu ini, tidak hanya pada pengunjung taman, tetapi juga pada petugas kami yang bekerja di sini. Kami telah memberikan perawatan medis yang diperlukan kepada para petugas yang terkena dampak,” katanya.
Pihak DLH Samarinda masih terus berupaya untuk mengatasi masalah serangan ulat bulu di Taman Bebaya.
“Langkah-langkah pencegahan dan penanganan sedang dikoordinasikan agar taman ini dapat segera dibuka kembali untuk masyarakat,” jelasnya.
Sementara petugas DLH yang terkena dampak sedang dalam pemulihan, pihak berwenang berharap situasi ini dapat segera teratasi sehingga Taman Bebaya kembali menjadi tempat rekreasi yang aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung.
(ADV/RY/PEMKOTSAMARINDA)
Editor : A Risa


