Samarinda, Busam.ID – Aktivitas jual beli di sejumlah pasar tradisional Kota Samarinda dilaporkan semakin lesu akibat penurunan daya beli masyarakat. Kondisi sepi pembeli ini dikeluhkan oleh para pedagang yang mengaku omzet pendapatannya merosot dalam beberapa bulan terakhir.
Seorang pedagang tas di Pasar Pagi yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kondisi pasar saat ini memprihatinkan karena minimnya kunjungan pembeli.
“Jualan sepi sekali sekarang, sehari-hari jarang ada pembeli yang datang. Sebulan cuma dapat berapa aja, tidak menentu,” keluhnya saat ditemui di lapak dagangannya, Jumat (5/6/2026).
Keluhan serupa dilontarkan oleh pedagang pakaian di lantai berbeda, yang menyebut modal usahanya kian menipis karena barang dagangan jarang tersentuh pembeli.
“Kadang seharian pelaris saja susah. Mau bayar iuran dan memenuhi kebutuhan sehari-hari kewalahan kalau sepi terus begini,” tuturnya.
Merespons jeritan para pedagang tersebut, Asisten II Sekretariat Kota (Setkot) Samarinda, Marnabas Patiroy, membenarkan adanya penurunan daya beli masyarakat yang masif di tingkat hilir. Marnabas mengungkapkan fenomena sepi pembeli ini tidak hanya melanda Pasar Pagi, melainkan sudah meluas ke hampir seluruh pasar di Kota Tepian.
“Ini sedang kita evaluasi terus. Coba cek saja di pasar-pasar lain, pedagang di Pasar Segiri juga mengeluh, Pasar Sungai Dama iya, Pasar Merdeka juga iya. Jadi memang daya beli masyarakat saat ini sedang turun,” kata Marnabas.
Sebagai langkah penanganan jangka pendek, Pemkot Samarinda kini tengah mengevaluasi penerapan sistem parkir progresif di area pasar, terutama Pasar Pagi. Kebijakan tarif parkir tersebut disinyalir ikut andil membuat warga enggan berlama-lama atau malas berkunjung ke pasar.
Di sisi lain, Marnabas juga tidak menampik maraknya belanja online menjadi alasan utama mengapa pasar tradisional sekarang sepi pembeli. Ia meminta para pedagang lokal tidak hanya sekadar mengeluh, melainkan harus mulai beradaptasi dan berani bersaing mengubah strategi penjualan.
“Dalam dunia bisnis dan ekonomi, kita tidak boleh hanya mengeluh, tapi harus cari cara bagaimana bisa bersaing. Pemkot saat ini juga mencoba memberikan edukasi kepada para pedagang bagaimana cara menarik minat konsumen, baik dari segi model produk yang diminati maupun cara pemasarannya,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


