Samarinda, Busam.ID – Terbongkarnya kasus penadahan sepeda motor curian di Polsek Sungai Pinang membuka fakta lebih besar. Seorang residivis curanmor ternyata diduga menjadi otak komplotan pencuri kendaraan bermotor yang telah beraksi sedikitnya di 5 lokasi berbeda di Kota Samarinda dengan sasaran utama kawasan kos mahasiswa.
Pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan seorang penadah berinisial DJ (44) yang kedapatan menguasai sepeda motor Honda Genio hasil curian. Dari hasil pengembangan penyidikan, polisi kemudian menelusuri jejak pelaku pencurian hingga berhasil membongkar komplotan curanmor yang beroperasi lintas wilayah.
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Wawan Gunawan mengatakan 3 pelaku pencurian berhasil diamankan, yakni FHA (21), RR (30), dan MT (28). Nama terakhir merupakan residivis kasus serupa yang diduga berperan sebagai pelaku utama.
“Ketiga tersangka mengakui keterlibatan mereka dalam sejumlah aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah Samarinda. Dari hasil pemeriksaan, pelaku utama MT diketahui telah beraksi di beberapa lokasi berbeda,” ujar Wawan, Sabtu (6/6/2026).
Kasus yang terungkap pertama kali adalah pencurian Honda Vario 125 milik seorang mahasiswa di Jalan Pramuka, Kelurahan Gunung Kelua. Motor tersebut hilang saat diparkir di sekitar kos dalam kondisi tidak terkunci stang.
Tim gabungan yang terdiri dari Opsnal Polsek Samarinda Ulu, Polsek Sungai Pinang, Polsek Samarinda Seberang, dan Unit Jatanras Polresta Samarinda dan Polda Kaltim bergerak cepat melakukan penyelidikan. FHA dan RR berhasil ditangkap lebih dahulu di kawasan Jalan Suwandi, Gunung Kelua.
Penangkapan kedua pelaku kemudian mengarah kepada MT yang diduga menjadi otak pencurian. Residivis tersebut akhirnya diringkus di kawasan Sungai Keledang, Samarinda Seberang.
Dari hasil pendalaman, polisi menemukan fakta kelompok ini tidak hanya melakukan 1 aksi pencurian. MT diduga telah beraksi di sedikitnya 5 tempat kejadian perkara (TKP), terdiri dari 3 lokasi di wilayah hukum Polsek Samarinda Ulu dan 2 lokasi di wilayah hukum Polsek Sungai Pinang.
Salah satu kasus yang turut terungkap adalah pencurian sepeda motor Honda Supra X milik mahasiswa di kawasan Jalan Ki Hajar Dewantara. Hingga kini kendaraan tersebut masih dalam pencarian petugas.
Menurut Wawan, kawasan kos mahasiswa menjadi target empuk para pelaku karena banyak kendaraan diparkir tanpa pengamanan tambahan. Modus tersebut dimanfaatkan pelaku untuk membawa kabur motor dalam waktu singkat, terutama malam hingga dini hari.
“Terungkapnya kasus penadahan menjadi kunci untuk membongkar jaringan ini. Dari penadah kami berhasil menelusuri rantai peredaran kendaraan hasil curanmor hingga mengarah kepada para pelaku pencurian,” jelasnya.
Polisi menduga masih ada korban lain yang belum melapor. Karena itu penyidik terus mengembangkan kasus untuk mengungkap kemungkinan TKP tambahan serta menelusuri jalur penjualan kendaraan hasil kejahatan. (zul)
Editor: M Khaidir


