Jembatan Muara Lembak Dibatasi, Kendaraan Berat Dialihkan ke Ken Arok

Busam ID
Kondisi terkini jembatan Muara Lembak di Kutai Timur.(FOTO: PPK 2.3 BBPJN Kaltim)

Samarinda, Busam.ID– Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur menyiapkan rekayasa lalu lintas di Jembatan Muara Lembak, ruas Muara Lembak-Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Kebijakan tersebut dilakukan menyusul penanganan sementara jembatan menggunakan plat baja. Selama pekerjaan berlangsung, kendaraan yang hendak menuju Sangkulirang dan wilayah sekitarnya dari arah Bengalon akan dialihkan melalui jalur alternatif Jembatan Ken Arok di Sepaso Timur, Bengalon.

Kondisi terkini jembatan Muara Lembak di Kutai Timur.(FOTO: PPK 2.3 BBPJN Kaltim)

PPK 2.3 BBPJN Kaltim, Musa Partogi, mengatakan pengalihan dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung proses penanganan sementara Jembatan Muara Lembak.

“Kendaraan yang akan melintasi Jembatan Muara Lembak menuju Sangkulirang dan sekitarnya sementara dialihkan melalui Jembatan Ken Arok di Sepaso Timur, Bengalon. Pengalihan ini sampai penanganan sementara menggunakan plat baja selesai dilaksanakan,” ujar Musa.

Setelah penanganan sementara selesai, BBPJN Kaltim akan memberlakukan pembatasan terhadap kendaraan yang melintas di Jembatan Muara Lembak.

Kendaraan dengan bobot total lebih dari 3 ton dan tinggi lebih dari 2 meter dilarang melintas di jembatan tersebut.
Pembatasan itu menjadi bagian dari langkah pengamanan hingga pembangunan jembatan permanen dapat dilaksanakan.

Musa menjelaskan, penanganan permanen Jembatan Muara Lembak direncanakan dilaksanakan pada 2027. Saat pembangunan permanen dimulai, jembatan akan ditutup total sampai seluruh pekerjaan selesai.

“Pada saat pembangunan jembatan permanen tahun 2027 dilaksanakan, Jembatan Muara Lembak akan ditutup total. Karena itu, jalur alternatif nantinya menjadi satu-satunya akses dari dan menuju Sangkulirang dari arah Bengalon,” jelasnya.

Untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan selama penutupan total, BBPJN Kaltim meminta Pemkab Kutim segera menyiapkan dan memfungsikan jalan alternatif tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta mempercepat proses pembebasan lahan di sekitar Jembatan Muara Lembak.
Langkah tersebut dinilai penting agar pembangunan jembatan permanen dapat berjalan tanpa kendala di lapangan.

“Pemkab Kutim kami harapkan segera menyiapkan jalan alternatif agar bisa dioperasikan. Selain itu, pembebasan lahan di sekitar jembatan juga perlu segera diselesaikan sehingga pembangunan permanen nantinya dapat berjalan lancar,” pungkas Musa.

Dengan adanya pengaturan tersebut, pengguna jalan diimbau memperhatikan rambu dan informasi pengalihan lalu lintas serta menyesuaikan kendaraan dengan ketentuan pembatasan yang diberlakukan di Jembatan Muara Lembak.(Adit)

Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *