Ditahan Imbang PSM, Mauro Soroti Tumpulnya Lini Serang

Busam ID
Juan Villa saat berduel dengan pemain PSM Makassar.Foto by Borneo FC

SAMARINDA, Busam.ID – Borneo FC Samarinda kehilangan kesempatan mengamankan tiga poin di kandang sendiri setelah bermain imbang 1-1 melawan PSM Makassar pada pekan kesembilan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Segiri, Sabtu (7/11/2026).

Hasil ini menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Pesut Etam, Mauro Jeronimo. Ia menilai persoalan utama timnya terletak pada penyelesaian akhir yang belum maksimal serta kreativitas serangan yang masih perlu ditingkatkan.

Borneo FC sebenarnya mengawali pertandingan dengan hasil positif. Juan Villa membawa tuan rumah unggul lebih dahulu pada menit ke-44 melalui tendangan jarak jauh yang gagal diantisipasi penjaga gawang PSM.

Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan hingga awal babak kedua. PSM berhasil menyamakan kedudukan melalui Achmat Faurl Aditia pada menit ke-54.

Dalam konferensi pers seusai laga, Mauro mengakui anak asuhnya mampu menguasai permainan pada awal pertandingan. Sejumlah peluang juga berhasil diciptakan, tetapi tidak diakhiri dengan eksekusi yang efektif.

Ia menilai para pemain seharusnya lebih berani mengambil keputusan untuk melepaskan tembakan, terutama ketika sudah berada di sekitar kotak penalti lawan.

“Kami memulai pertandingan dengan baik dan bisa mengontrol permainan. Kami punya beberapa peluang dan situasi di dalam kotak penalti. Saya pikir kami seharusnya bisa melakukan penyelesaian yang lebih baik, terutama ketika sudah mendekati kotak penalti. Kami perlu lebih banyak masuk ke area tersebut dan melepaskan tembakan ke gawang,” ujar Mauro.

Selain masalah efektivitas serangan, Mauro juga mengakui PSM memiliki kualitas pemain yang mampu memberikan ancaman melalui kecepatan serangan. Karena itu, keseimbangan antara menyerang dan bertahan tetap menjadi aspek yang harus diperhatikan.

Terkait gol penyeimbang tim tamu, Mauro belum ingin mengambil kesimpulan sebelum melakukan analisis lebih lanjut melalui rekaman pertandingan.

“Saya harus melihat kembali video pertandingan untuk menganalisis bagaimana gol itu terjadi. Ada beberapa hal yang perlu kami evaluasi agar bisa mengetahui apa yang harus diperbaiki,” katanya.

Kekecewaan Borneo semakin terasa karena tim sebenarnya memiliki keuntungan jumlah pemain pada babak kedua. PSM harus kehilangan Muhammad Mufli Hidayat yang mendapat kartu merah pada menit ke-66.

Situasi tersebut semakin menguntungkan tuan rumah setelah Stefan Jevtoski juga diusir wasit pada menit 90+8. Artinya, PSM harus menyelesaikan pertandingan dengan sembilan pemain.

Sayangnya, keunggulan jumlah pemain tidak mampu dikonversi Borneo FC menjadi gol tambahan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 1-1.

Mauro mengakui hasil tersebut jauh dari target yang diharapkan. Namun, ia meminta seluruh pemain menjadikan kegagalan meraih kemenangan sebagai bahan evaluasi, terutama dalam membangun serangan dan meningkatkan kualitas penyelesaian akhir.

Kekecewaan serupa disampaikan pemain Borneo FC, Habibi Jusuf. Ia menganggap hasil imbang di kandang sendiri terasa seperti kekalahan karena tim sebelumnya membidik kemenangan.

“Ya, tentu saja hasil malam ini kurang memuaskan buat kami. Karena seri di kandang sama dengan kalah. Tapi sebagai pemain, kami sudah melakukan yang terbaik. Mungkin rezeki belum berpihak kepada kami, sehingga semoga ke depannya lebih baik,” ungkap Habibi.

Hasil ini menjadi pengingat bagi Pesut Etam bahwa dominasi permainan dan keunggulan jumlah pemain belum cukup menjamin kemenangan. Ketajaman di depan gawang serta kreativitas dalam membongkar pertahanan lawan harus segera dibenahi jika ingin kembali mengamankan hasil maksimal pada pertandingan berikutnya.(Adit)

Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *