SAMARINDA, Busam.ID — Aksi kejahatan terencana mengguncang Kota Samarinda. Sebuah gerai minimarket di kawasan padat Jalan Cendana, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, menjadi sasaran pembobolan spesialis Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Minggu (1/11/2026) pagi.
Pelaku meyakini celah pengamanan atap hingga berhasil menguras dua mesin ATM sekaligus dengan estimasi kerugian mencapai Rp400 juta.
Berdasarkan pengamatan intensif di lokasi kejadian, kejahatan ini disinyalir kuat dilakukan oleh komplotan profesional yang bergerak lebih dari satu orang. Berbeda dari modus perampokan konvensional yang merusak pintu depan, para pelaku mengeksekusi aksinya saat gerai dalam keadaan tutup total dengan memanfaatkan akses “jalur langit”.
Pelaku naik ke struktur atap, memotong seng, dan menghancurkan plafon hingga menganga lebar. Dari celah plafon yang jebol itulah pelaku turun ke area dalam minimarket, membongkar brankas dua mesin ATM menggunakan peralatan khusus, lalu kabur membawa kabur ratusan juta rupiah melalui jalur yang sama tanpa memicu kecurigaan warga sekitar.
Menerima laporan dari pengelola minimarket, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda bergerak cepat. Tim Inafis Satreskrim Polresta Samarinda bersama jajaran Polsek Sungai Kunjang tiba di lokasi dan langsung memasang garis polisi untuk menggelar Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara tertutup sejak pukul 10.00 WITA hingga 13.00 WITA.
Penyisiran dilakukan secara mendalam di setiap sudut gerai. Petugas mengumpulkan barang bukti yang tertinggal, melacak sidik jari laten pada fisik mesin ATM, serta memeriksa rekaman Kamera Pengawas (CCTV). Fokus pemeriksaan utama mengarah pada area langit-langit toko.
Di area loteng tersebut, petugas menemukan lubang plafon yang menganga hingga sepanjang 6 meter. Kerusakan masif pada struktur atap ini menguatkan dugaan bahwa area tersebut merupakan pintu masuk utama sekaligus rute melarikan diri pelaku usai menguras habis uang tunai di dalam mesin.
Peristiwa ini menyengat para pekerja toko. Salah seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat terkejut saat mengetahui tempat kerjanya disatroni pembobol profesional.
“Hari ini sebenarnya jadwal saya off kerja, tetapi tetap diminta datang oleh manajemen karena ada kejadian ini. Biasanya toko sudah buka operasional sekitar pukul 06.30 atau 07.00 WITA. Saya kaget sekali waktu pertama kali baca kabar di grup WhatsApp karyawan kalau dua mesin ATM di dalam toko sudah dibobol habis,” ungkapnya dengan nada heran.
Usai proses olah TKP dan pengumpulan bukti dinyatakan selesai oleh tim kepolisian pada siang hari, gerai minimarket tersebut kembali dibuka untuk pelayanan umum pada pukul 14.00 WITA. Tampak sejumlah pekerja bangunan langsung dikerahkan ke lokasi untuk memperbaiki kerusakan parah pada bagian atap dan plafon toko.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Sungai Kunjang AKP Abdillah Dalimunthe melalui Kanit Reskrim Ipda Roy Sihombing membenarkan insiden tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya tengah bergerak melakukan perburuan terhadap komplotan pelaku.
“Anggota kami saat ini masih aktif melakukan penyelidikan di lapangan, mendalami kronologi secara detail, memetakan rute pelarian, serta mengumpulkan alat bukti petunjuk. Berdasarkan koordinasi dan konfirmasi awal dari pihak vendor pengelola mesin ATM, total kerugian akibat pembobolan dua unit mesin tersebut diperkirakan mencapai Rp400 juta,” tegas Ipda Roy Sihombing.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat atau warga sekitar yang melihat aktivitas mencurigakan di area atap minimarket pada Minggu dini hari untuk segera memberikan informasi kepada aparat kepolisian guna mempercepat penangkapan para pelaku. (Zul)
Editor: M Khaidir


