Balikpapan, Busam.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak ekonomi yang ditimbulkan dari kebijakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi menyampaikan, masalah kenaikan harga BBM bersubsidi merupakan persoalan global yang berdampak pada nasional dan lokal.
Oleh karena itu, ia berharap kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan aktivitas ekonominya sehingga memiliki ketahanan ekonomi dan ketahanan pangan secara lokal.
“Kalau bicara dampak kenaikan BBM itu kita tidak hanya bicara secara global, tapi secara lokal kalau kita harus melakukan pemberdayaan dan peningkatan kegiatan ekonomi secara masif, mudah-mudahan itu bisa menjadi daya tahan ekonomi Kaltim,” kata Hadi beberapa waktu lalu di Balikpapan.
Ia menjelaskan, ketika berbicara ketahanan pangan yang pasti adalah produksi pertanian harus bisa ditingkatkan.
“Ekonomi supply and demand harus digalakkan, pemerintah juga harus berpikir seperti itu,” ujarnya.
Dia optimistis seiring juga dengan penurunan jumlah kasus Covid 19, diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur.
“Tidak hanya pertanian tapi perkebunan kita punya lahan yang luas,” pungkasnya. (man/adv/diskominfokaltim)
Editor: Redaksi BusamID





