Target 2024, Isran Ajak Semua Pihak Terlibat Tanggulangi Stunting

BusamID
Gubernur Kaltim Isran Noor dalam sebuah acara di Kaltim, belum lama ini. Foto by humas

Balikpapan, Busam.ID – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor mengajak semua pihak untuk terlibat dalam upaya penurunan stunting yang saat ini sedang digencarkan oleh pemerintah.

Hall itu dilakukan untuk memenuhi target Pemprov Kaltim yang menargetkan bebas dari kasus stunting tahun 2024 mendatang.

“Dari laporan yang saya terima, saat ini satu dari tiga balita Indonesia mengalami stunting. Persoalan ini bukan persoalan bangsa di masa sekarang saja, melainkan menyangkut masa depan kita karena anak- anak tersebut merupakan generasi penerus bangsa, bagaimana kita bisa mencapai visi Indonesia Emas Tahun 2045 kalau modal dasarnya yaitu anak-anak bangsa, mengalami stunting, terganggu perkembangan kognitif dan kesehatannya,” kata Isran, Selasa (29/11/2022).

Untuk itu, Isran menekankan Pemprov Kaltim sangat serius dan berkomitmen mengupayakan penurunan stunting yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang memberikan dasar hukum untuk melakukan penguatan kerangka substansi, intervensi, pendanaan, serta pemantauan dan evaluasi yang diperlukan dalam berbagai upaya percepatan penurunan stunting.

Dan diperkuat dalam Peraturan Gubernur Nomor 56 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Daerah Pangan Dan Gizi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2019-2023.

Dalam pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting, ada dua hal pokok, pertama, percepatan penurunan stunting memerlukan komitmen yang kuat dari semua pihak. Tidak hanya komitmen di tingkat pusat, upaya advokasi komitmen pemerintah daerah juga harus optimal.

Kedua, kolaborasi kerja berbagai pihak menjadi kunci untuk memastikan konvergensi antar program hingga ke tingkat desa/kelurahan untuk menurunkan stunting

“Upaya ini tidak bisa hanya dilakukan oleh satu lembaga saja, atau hanya dari unsur pemerintah pusat saja. Upaya penurunan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan Desa/Kelurahan, akademisi, media, swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan mitra pembangunan,” ucapnya.

Saat ini prevalensi stunting Provinsi Kalimantan Timur tercatat 22,8 persen sudah di bawah angka nasional yang tercatat 24,4 persen.

Namun pihaknya harus tetap bekerja bersama untuk menurunkan prevalensi stunting di bawah 14 persen pada tahun 2024. (man)
Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *