Samarinda, Busam.ID – Wali Kota Samarinda Andi Harun mempertanyakan keterbukaan data kredit macet Bankaltimtara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Kamis (23/4/2026), yang dinilainya belum disampaikan secara terbuka kepada pemegang saham.
AH – sapaan akrabnya – mengatakan, hal itu menjadi bagian dari rangkaian pertanyaan yang diajukan sebelum akhirnya Pemkot Samarinda menyatakan dissenting opinion (DO) dalam forum RUPS tersebut.
“Saya katakan tolong mumpung hari ini RUPS, sampaikan kepada kita berapa sih total kredit macet di BPD (Bankaltimtara, Red)? Karena kami meyakini total kredit macet di BPD itu jauh lebih besar dari yang diketahui oleh publik,” ujarnya, Kamis (30/4/2026)
Menurutnya, hingga RUPS berakhir, data tersebut tidak disampaikan meski telah berulang kali diminta. “Mohon maaf kalau saya menggunakan bahasa, satu-satunya yang pantas adalah dugaan secara sengaja persero menutup-nutupi jumlah kredit macet yang sesungguhnya,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti komposisi penggunaan laba perseroan yang dinilai perlu dibuka secara rinci ke publik. Berdasarkan data yang dipaparkannya, hanya sekitar 52 persen laba yang dibagikan sebagai dividen, sementara sisanya dialokasikan ke beberapa pos lain, seperti cadangan sekitar 29 persen, dana pembangunan 17 persen, dan kesejahteraan 2 persen.
“Pemegang saham berhak tahu, 100 persen laba itu dipakai ke mana? Dividen hanya 52 persen, sisanya itu untuk apa saja? Termasuk dana pembangunan dan kesejahteraan itu,” katanya.
Ia menilai, tanpa penjelasan rinci, alokasi tersebut berpotensi menimbulkan pertanyaan, terutama terhadap pos dana pembangunan dan kesejahteraan. “Kalau tidak transparan, jangan salahkan publik kalau mempertanyakan bahkan menduga ada sesuatu yang tidak beres penggunaan dana ini,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


