Disdag Ternyata Sudah Pernah Ajukan Lahan Eks Pelabuhan Peti Kemas ke Pelindo

Busam ID
Eks Pelabuhan Peti Kemas. Ft by Dok. Ryan/Busam.ID

Kategori: Samarinda, Kaltim

Samarinda, Busam.ID -Marnabas, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, menginformasikan bahwa sebelum para pedagang meminta lahan Eks Pelabuhan Peti Kemas sebagai tempat relokasi, pihaknya sudah lebih dulu berkoordinasi ke Pelindo IV Cabang Samarinda sebagai pemilik lahan.

“Jauh sebelum pedagang meminta, saya sudah datang, sudah saya lirik, supaya apa, supaya tidak jauh dari Pasar Pagi,” ujar Marnabas tentang tekadnya untuk mencari solusi terbaik.

Menurut Marnabas, pihak Pelindo saat ia kunjungi sebelumnya menginformasikan bahwa lahan eks Pelabuhan Peti Kemas masih digunakan sebagai pelabuhan angkutan barang dan juga dianggap sebagai percontohan pelabuhan terbaik di Indonesia.

Namun, ia mengatakan telah berupaya melakukan negosiasi untuk penggunaan lahan tersebut. Namun lampu hijau belum diisyaratkan untuk penggunaan lahan tersebut sebagai tempat relokasi sementara.

Marnabas juga telah melakukan kunjungan ke beberapa lokasi potensial lainnya di Samarinda.

“Selain itu, saya juga sudah mendatangi Alaya, namun mereka tidak mau memberikan izin karena masalah sewa yang tidak bisa hanya setahun. Kemudian ada investor juga yang tertarik dengan kawasan Alaya,” paparnya.

Kawasan lain yang telah disurvei adalah Pasar Segiri Grosir dan Mall Mesra Indah.

“Meski sebagian telah memberikan persetujuan, terdapat kendala karena lokasinya tersebar dan tidak mencukupi sebagai satu tempat relokasi yang besar,” jelas Marnabas.

Marnabas menggarisbawahi bahwa jika ada tempat yang layak yang dapat menampung seluruh pedagang seperti eks Bandara Temindung dan eks Pelabuhan Peti Kemas, pihaknya akan segera mengambil langkah lanjutan.

Pihak Disdag juga menginformasikan contoh kesuksesan revitalisasi pasar sebelumnya, seperti Pasar Merdeka dan Pasar Palaran, yang telah memanfaatkan tempat sementara untuk pedagang selama proses revitalisasi tanpa masalah.

“Dua pasar itu saat kita revitalisasi, kita tempatkan sementara ya di sekitar situ, kemudian saat sudah selesai revitalisasi, masuk kembali dan kita kasih kios tanpa biaya, sekarang sudah cantik, sudah senang semua kan?,” jelas Marnabas.

“Hanya saja ada biaya retribusi seperti kebersihan dan lain-lain yang dibebankan kepada pedagang,” ucapnya.

Namun, terkait eks Pelabuhan Peti Kemas, Marnabas mengingatkan bahwa mereka tidak dapat memaksa, dan para pedagang harus menunggu hasil dari pihak-pihak terkait.

“Koordinasi masih berlangsung, dan upaya terus dilakukan untuk menemukan solusi terbaik bagi relokasi pedagang Pasar Pagi di Samarinda. Mohon sabar dulu, colling down dulu, kita juga ingin yang terbaik,” tutup Marnabas. (Ryan)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *