Samarinda, Busam.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur menggarisbawahi peran yang sangat penting dari kearsipan sebagai alat pembuktian dalam berbagai konteks, terutama dalam penyelesaian masalah hukum.
Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim, Taufik, menjelaskan bahwa dokumen-dokumen arsip memiliki potensi besar untuk menjadi dasar program atau solusi dalam kasus-kasus hukum di masa depan.
Taufik juga menekankan urgensi pengelolaan yang baik terhadap dokumen arsip, baik oleh instansi pemerintah maupun individu.
“Sayangnya, banyak alat bukti dalam bentuk arsip yang belum dikelola secara memadai, dan ini merupakan permasalahan yang perlu diatasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, DPK Kaltim tidak hanya fokus pada arsip instansi pemerintah. Mereka juga engingatkan tentang pentingnya merawat arsip pribadi dan keluarga.
“Arsip pribadi dan keluarga memiliki nilai penting terutama terkait dengan kepastian hukum dan legalitas hak milik. Dokumentasi yang baik dalam hal ini dapat memberikan dasar yang kuat sebagai alat pembuktian,” katanya.
Untuk meningkatkan kualitas tata kelola arsip di Kalimantan Timur, DPK Kaltim telah memperkenalkan konsep kearsipan berbasis elektronik melalui aplikasi Srikandi.
“Aplikasi ini dirancang sebagai sistem pengarsipan berbasis digital yang bertujuan untuk meminimalisir risiko kehilangan dan kerusakan dokumen,” papar Taufik.
Lebih jauh Taufik menjelaskan bahwa Srikandi telah disosialisasikan kepada seluruh sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Provinsi Kaltim.
Langkah ini merupakan upaya untuk memperluas pemahaman dan penerapan kearsipan berbasis elektronik, yang diharapkan dapat memberikan manfaat besar dalam menjaga keandalan dan ketersediaan dokumen arsip di masa depan.
“Kesadaran akan pentingnya kearsipan dan penggunaan teknologi seperti Srikandi diharapkan dapat membantu mengatasi masalah dalam tata kelola arsip di Kaltim,” pungkasnya,” tutup Taufik. (ADV/ONE/DPKKALTIM)
Editor: Tri W


