Lanjutan Pencarian Korban Longsor Lempake, 2 Korban Terakhir Ditemukan

Busam ID
Proses evakuasi jenazah Nurul usai ditemukan tertimbun material longsong di Jalan Belimau, Lempake, Samarinda Utara, Selasa (13/5/2025). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan sejak longsor terjadi di Jalan Belimau, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara akhirnya menemui titik akhir. Setelah melakukan penyisiran intensif, 2 jenazah terakhir yang merupakan bagian dari satu keluarga korban berhasil ditemukan, Selasa (13/5/2025) siang.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi menjelaskan, pencarian dimulai sejak pukul 08.00 Wita dengan mengerahkan 3 alat berat. Strategi pencarian dilakukan dengan menempatkan 1 alat berat di bagian depan lokasi longsor, sementara 2 alat berat lainnya bekerja dari sisi belakang untuk mempercepat proses evakuasi material longsor.

“Korban pertama yang berhasil diidentifikasi sebagai Safitri ditemukan di dalam kamar depan rumah yang tertimbun sekitar pukul 10.50 Wita. Selang beberapa saat kemudian, sekitar pukul 11.05 Wita jenazah Nurul juga ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan Safitri. Dengan ditemukannya kedua jenazah ini, seluruh korban yang dilaporkan hilang dalam musibah longsor Lempake telah ditemukan.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi yang menimpa warganya. Ia menegaskan kawasan tersebut merupakan daerah rawan longsor. Struktur tanah yang didominasi pasir menjadi faktor utama kerentanan terhadap pergerakan tanah, terutama saat curah hujan tinggi.

“Kita sangat berduka atas musibah ini. Sebagaimana yang sudah kita sampaikan sebelumnya, kawasan ini memang rawan longsor. Struktur tanah yang berpasir sangat rentan, apalagi di musim hujan seperti ini,” terang Andi Harun saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh titik rawan longsor yang ada di Samarinda dan sekitarnya. Selain itu, upaya peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenali risiko bencana di lingkungan tempat tinggal akan diperkuat.

“Ada 5 warga yang tadinya bermukim di sini, sementara ini kita tidak benarkan untuk tinggal di sekitar sini karena mengingat potensi longsor bisa menjadi ancaman dan bisa terjadi sebab kita 5 KK ini akan kita minta untuk di luar lokasi, menyewa, dan kita membantu sewa mereka di luar selama kurang lebih 6 bulan,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, Pemkoty juga akan memberikan bantuan dan bersilaturahmi dengan keluarga korban. Dan dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian secara resmi ditutup. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *