Samarinda, Busam.ID – Sebuah tonggak sejarah kembali ditorehkan di Bumi Etam. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan tujuh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Kaltim dalam rangka merealisasikan Program Gratispol di bidang pendidikan yang digagas oleh Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Penandatanganan PKS ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Kaltim untuk membuka akses seluas-luasnya bagi generasi muda dalam menempuh pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa meskipun pendidikan tinggi bukan kewenangan daerah secara langsung, namun kepedulian terhadap masa depan anak muda Kaltim menjadi prioritas.
“Inilah wujud kesungguhan Pemprov Kaltim membangun generasi emas. Kita bersinergi dengan PTN yang telah memiliki data mahasiswa baru, sehingga implementasi bisa langsung berjalan,” ujar Sri Wahyuni saat memimpin penandatanganan PKS di Ruang Rapat Tepian II Kantor Gubernur, Senin (16/6/2025).
Sri Wahyuni menjelaskan bahwa meskipun komitmen telah dimulai sejak April 2025, regulasi baru disetujui Kementerian Dalam Negeri pekan lalu. Setelah PKS, petunjuk teknis (Juknis) akan diterbitkan untuk pelaksanaan di lapangan.
Fokus Mahasiswa Baru, Mahasiswa Aktif Menyusul 2026
Pada tahap awal, bantuan pendidikan gratis ditujukan untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2025/2026. Alokasi untuk mahasiswa aktif semester 2 hingga 8 disiapkan pada APBD 2026.
“Tahun depan semester 2 sampai semester 8 juga akan mendapat bantuan pendidikan gratis,” tambah Sri Wahyuni.
Tujuh PTN dan 16.823 Mahasiswa Baru Penerima Manfaat
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, Dasmiah, mengungkapkan bahwa dari total 53 perguruan tinggi yang menandatangani MoU saat launching Gratispol April lalu, baru tujuh PTN yang melanjutkan ke tahap PKS karena telah melengkapi data mahasiswa.
Rinciannya sebagai berikut:
-
Universitas Mulawarman (Unmul): 7.714 mahasiswa
-
UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI): 2.225 mahasiswa
-
Politeknik Negeri Samarinda (Polnes): 2.122 mahasiswa
-
Poltekkes Kemenkes Kaltim: 997 mahasiswa
-
Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani): 465 mahasiswa
-
Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba): 1.020 mahasiswa
-
Institut Teknologi Kalimantan (ITK): 2.280 mahasiswa
Totalnya mencapai 16.823 mahasiswa baru yang akan menerima pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Tidak Dipungut UKT, Kecuali Melebihi Batas Bantuan
Ketujuh kampus sepakat untuk tidak memungut UKT dari mahasiswa baru, kecuali jika UKT melebihi batas bantuan. Misalnya, jika UKT Rp 8 juta dan bantuan Rp 7,5 juta, maka selisih Rp 500 ribu ditanggung mahasiswa.
Untuk mahasiswa Unmul yang terlanjur membayar UKT, Pemprov Kaltim akan memfasilitasi refund sesuai ketentuan.
“Artinya realisasi program pendidikan gratis ini sudah sangat cepat. Proses kita dari Februari, hanya tiga bulan sudah PKS,” ujar Dasmiah.
Program Gratispol: Pilar Menuju Generasi Emas Kaltim
Gratispol menjadi bagian dari kebijakan besar Gubernur Rudy Mas’ud dalam membangun SDM unggul melalui pendidikan. Kolaborasi strategis antara Pemprov, perguruan tinggi, dan masyarakat ini diyakini akan memperkuat daya saing Kaltim di tingkat nasional maupun global.
Dengan langkah ini, Kaltim menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan tinggi gratis berbasis regulasi dan kerja sama formal dengan PTN.(Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


