Samarinda, Busam.ID – Pasca-insiden tumbangnya 2 pohon aren yang merusak rumah warga lanjut usia di Gang 12, Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir, pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Samarinda turun meninjau langsung kondisi bangunan yang kini nyaris tak layak huni tersebut, Rabu (9/7/2025).
Kabid Perumahan Dinas Perkim Samarinda, Tajudin Husen, menyatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda untuk melakukan kajian awal sebelum menetapkan tindak lanjut terhadap rumah milik Nuryani yang dihuni 10 orang dari dua kepala keluarga itu.
“Kami sudah lihat kondisi rumah di lapangan. Saat ini kami berkoordinasi dengan BPBD yang akan melakukan kajian teknis terhadap kerusakan. Setelah itu baru bisa kami tentukan bentuk tindak lanjutnya,” jelas Tajudin.
Ia juga menambahkan rumah tersebut pernah mendapat bantuan program bedah rumah dari Dinas Perkim pada tahun 2019. Namun, sesuai regulasi internal, program bantuan baru bisa diberikan kembali setelah 10 tahun. Meski begitu, mengingat kerusakan yang bersifat darurat, pihaknya akan mengupayakan langkah khusus.
“Idealnya, bantuan renovasi ulang baru bisa diberikan 10 tahun setelah program sebelumnya. Tapi melihat kondisi ini, kami akan coba koordinasi lebih lanjut apakah ada solusi yang bisa diambil lebih cepat,” tegasnya.
Lurah Sidodamai, Muhammad Taufik Fajar, turut membenarkan peristiwa ini menambah panjang daftar bencana kecil yang terjadi di wilayahnya. Sejak Januari hingga Juni 2025, sudah tercatat 26 kejadian bencana di Kelurahan Sidodamai, mulai dari pohon tumbang hingga tanah longsor.
“Kita akui, tren bencana tahun ini cukup tinggi di wilayah kami. Karena itu, kami minta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, apalagi tinggal di dekat lereng atau bawah pohon besar,” kata Taufik.
Pihak kelurahan, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan RT setempat untuk menggandeng program Probebaya maupun partisipasi warga sekitar dalam membantu perbaikan sementara rumah korban.
Sementara itu, keluarga Nuryani masih bertahan di dalam rumah yang atapnya kini hanya ditutupi terpal. Mereka berharap segera ada bantuan nyata dari pemerintah, agar bisa kembali tinggal dengan aman dan nyaman. (zul)
Editor: M Khaidir


