Samarinda, Busam.ID – Seorang pengemudi ojek online (ojol) diduga menjadi korban pemukulan oleh tukang parkir di kawasan Jalan Merbabu, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, Senin malam (28/7/2025). Insiden dipicu dari cekcok antara korban dan juru parkir (Jukir) yang merasa tidak dihargai saat ojol itu tak membayar parkir usai makan di sebuah warung.
Salah seorang rekan tukang parkir bernama Budi, dalam klarifikasinya menyebut rekan sesama jukir yang memukul merasa tersinggung, lantaran si ojol pergi tanpa memberi penjelasan atau mengatakan tidak punya uang.
“Sering begitu, Pak. Dia makan, tapi tidak bilang apa-apa saat pergi. Namanya manusia, bisa sakit hati juga. Mungkin sempat diteriaki, disuruh kembali. Cekcok sedikit, lalu dipukul,” ungkap Budi, Selasa (29/7/2025).
Insiden itu lantas menyulut reaksi dari komunitas ojol yang datang beramai-ramai ke lokasi kejadian. Kabarnya sempat terjadi 2 gelombang kedatangan rombongan ojol, yang disebut memicu ketegangan lanjutan. Bahkan seorang pengamen yang berada di sekitar lokasi turut diduga terlibat karena merasa terancam saat situasi memanas.
Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda harus turun tangan. Dalam pertemuan di lapangan bersama para jukir, Dishub menegaskan semua aktivitas perparikan parkir di lokasi tersebut dihentikan sementara hingga ada kejelasan status dan penataan ulang titik parkir.
“Mulai hari ini, saya perintahkan agar tidak ada lagi penarikan retribusi parkir di lokasi tersebut, sebelum juru parkir yang terlibat menghadap ke Dinas Perhubungan,” tegas Ketua Tim Kerja Perparkiran, Dishub Kota Samarinda, Duri
Pihak Dishub juga menekankan pentingnya sikap profesional para jukir binaan, termasuk dalam hal berpakaian rapi dan memperlakukan masyarakat secara sopan. Ditegaskan pula jalur yang digunakan untuk parkir selama ini berada di area parit, yang secara aturan tidak diperbolehkan.
Dari pihak ketua RT, pertemuan lanjutan
bersama perwakilan warga disebut akan digelar untuk mencari solusi jangka panjang atas persoalan parkir dan konflik dengan ojol di wilayah tersebut.
Sementara itu, pihak kepolisian dikabarkan telah menangani laporan dari korban. Namun informasi terkait identitas pasti pelaku dan tindak lanjut hukumnya masih menunggu klarifikasi dari Polsek setempat.
Setelah dilakukan mediasi di Polsek Samarinda Ulu, kedua belah pihak sepakat berdamai dan masing-masing membuat surat pernyataan. (zul)
Editor: M Khaidir


