Balikpapan, Busam.ID – Rendahnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan posyandu menjadi salah satu faktor yang menghambat upaya penurunan angka stunting di Kota Balikpapan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiyati, menyebut tingkat kunjungan posyandu di wilayahnya masih sangat rendah, yakni hanya sekitar satu persen. Hal ini dinilai berpengaruh besar terhadap kurang optimalnya pemantauan tumbuh kembang anak.
“Banyak orang tua yang jarang membawa anaknya ke posyandu. Padahal di situlah kita bisa pantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala,” kata Alwiyati saat ditemui di Balikpapan, Selasa (5/8/2025).
Menurut dia, posyandu memegang peranan penting sebagai garda terdepan dalam deteksi dini masalah gizi, termasuk stunting. Namun, kurangnya kesadaran masyarakat membuat intervensi sering kali terlambat dilakukan.
Data survei terbaru menunjukkan prevalensi stunting di Balikpapan berada di angka 24,48 persen dari sekitar 107 ribu anak yang menjadi sampel. Meski tidak mencakup seluruh balita di kota ini, angka tersebut cukup menggambarkan kondisi yang mengkhawatirkan.
“Kalau dilihat, seolah-olah satu dari empat anak di Balikpapan mengalami stunting. Ini yang menjadi perhatian serius kami,” ujar Alwiyati.
Dinas Kesehatan pun tengah mengevaluasi strategi penanganan. Sejauh ini, pendekatan edukatif seperti kelas ibu hamil, kelas menyusui, hingga pelatihan pemberian MP-ASI telah digelar secara rutin. Namun, efektivitasnya belum sepenuhnya menjawab persoalan di lapangan.
Alwiyati menyebut kemungkinan perlunya pendekatan yang lebih aktif, seperti kunjungan langsung ke rumah-rumah warga yang memiliki anak dengan risiko stunting.
“Kami sedang mencari pola baru. Tidak semua anak bisa dijangkau sekaligus, jadi harus diprioritaskan yang paling berisiko dan kita intervensi langsung,” katanya.
Dinkes berharap ke depan partisipasi masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar, terutama posyandu, dapat meningkat demi mendukung target penurunan angka stunting secara nasional. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir


