Harta Benda Berharga dan Ijazah Ludes tak Tersisa

Busam ID
Petugas Disdamkar Kota Samarinda dan relawan saat menangani kebakaran di Jalan Lubuk Sawa Gang Bahari Samarinda, Selasa (19/8/2025). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Isak tangis pecah di tengah kobaran api, Selasa (19/8/2025) siang sekitar pukul 12.30 Wita. Seorang wanita, istri dari pemilik rumah, tampak histeris saat menyaksikan rumahnya ludes dilalap api. Ia terus berteriak dan meronta, hingga harus dipandu oleh tetangganya menjauh dari lokasi kejadian karena syok melihat harta benda dan tempat tinggalnya sudah rata dengan tanah.

Kebakaran terjadi di Jalan Lubuk Sawa, Gang Bahari, RT 15, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang Samarinda. Rumah tunggal yang sebagian besar terbuat dari kayu itu terbakar dalam waktu singkat, membuat pemiliknya tak sempat menyelamatkan harta benda apa pun.

Seorang tetangga korban, Sumarsim, menjadi salah satu saksi mata pertama. “Pertama saya tahu itu pas lagi makan di dapur saat istirahat pulang kerja. Sekitar sepuluh menit, tiba-tiba ada suara ‘dok-dok’ gitu. Saya kira apa, enggak ada tanda-tanda sebelumnya,” terang Sumarsim kepada Busam.ID.

Karena penasaran, ia lantas bertanya kepada istrinya yang berada di depan pintu. “Istri saya teriak-teriak, ‘Apa itu, Mas? Apa itu?’ Saya langsung lari keluar, ternyata sudah ada asap. Saya lari lagi sampai dekat rumah ini, apinya sudah penuh,” ceritanya. Sumarsim menambahkan api sudah sangat besar saat ia melihatnya. “Sudah penuh, sudah besar betul, penuh. Dinding sudah kebakar semua, tinggal bagian kamar mandi aja yang belum terbakar,” ucapnya.

Ia dan warga lain yang melihat kejadian itu langsung berupaya meminta pertolongan, salah satunya dengan menghubungi Ketua RT setempat.
Pemilik rumah, Ednani, saat ditemui di lokasi mengatakan saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong. “Penguninya ada, tapi semua lagi bekerja dan sekolah,” tuturnya. Ia mengaku tidak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan. “Enggak ada apa-apa yang bisa diselamatkan. Surat-surat apa semua, termasuk ijazah dan baju sekolah habis semua dan hanya menyisakan baju di badan saja,” ucapnya pasrah.

Ednani yang saat itu sedang bekerja di kawasan Loa Bakung Sungai Kunjang, mengetahui rumahnya terbakar dari tetangga belakang. Ia langsung bergegas pulang, namun semua sudah terlambat.

Koordinator Posko 7 Disdamkar Kota Samarinda, Dwi Purwanto, menjelaskan satu unit rumah semi-permanen ludes terbakar. “Kondisi habis ya, karena dia bahan semi-permanen kayu,” jelasnya. Satu unit mobil pemadam dibantu relawan dikerahkan untuk memadamkan api.

Mengenai penyebab kebakaran, Dwi Purwanto menyatakan belum bisa dipastikan. Proses pemadaman menghadapi kendala utama. “Kendala untuk saat ini adalah jalan sempit, jalan kecil, terjal, dan dia diperbukitan,” pungkas Dwi. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *